Sarman Sahuding Kritik Sanksi Etik DK PWI terhadap Firdaus
- account_circle Ancha
- calendar_month Kam, 29 Okt 2026
- visibility 85
- comment 0 komentar

Dok. Istimewa
MAMUJU, Sulbarupdate.id — Mantan Sekretaris PWI Sulawesi Barat periode 2017–2023, Sarman Sahuding, meminta Dewan Kehormatan (DK) PWI Pusat meninjau kembali sanksi etik terhadap Firdaus terkait usulannya agar Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) dipercaya menjadi penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2027.
Wartawan senior jenjang Utama itu menilai, gagasan tersebut semestinya ditempatkan dalam ruang dialog yang konstruktif, bukan semata-mata menjadi dasar penjatuhan sanksi organisasi.
Menurut Sarman, perbedaan pandangan merupakan bagian dari dinamika pers yang seharusnya dijawab dengan pertukaran gagasan secara terbuka dan proporsional.
Ia pun mendorong DK PWI Pusat membatalkan SK Nomor 98/X/DK/PWI-P/SK-SR/2026 tertanggal 14 Oktober 2026.
“Penegakan etik seharusnya menjaga marwah profesi, bukan mempersempit ruang berpikir kritis. Sebab, pers yang sehat tidak hanya membutuhkan kepatuhan, tetapi juga keberanian menyampaikan gagasan secara bertanggung jawab,” ujar Sarman kepada Sulbarupdate.id, Kamis (29/10/2026) sekira pukul 22:30 Wita.
Putra pengunungan Sulbar asal Sendana Mambi itu menegaskan, pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadinya berdasarkan pengalaman berorganisasi di PWI dan keterlibatannya dalam dunia pers.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
