Realisasi Anggaran PORDI Mamase Cup 2026 Disorot, Disinyalir Gunakan ABPD
- account_circle Ancha
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 159
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Pelaksanaan kegiatan Penyelenggaraan Kejuaraan Olahraga Multi Event dan Single Event Tingkat Kabupaten (PORDI Mamase Cup II) Tahun Anggaran 2026 disorot.
Sorotan tajam tertuju pada efektivitas penggunaan anggaran yang diduga bersumber dari tubuh APBD Kabupaten Mamasa.
Kegiatan yang berada di bawah naungan Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga ini disinyalir menggunakan skema Pembayaran Tambahan Uang Persediaan (TU) dengan nilai mencapai Rp150 juta.
Isu utama yang mencuat di tengah masyarakat adalah mengenai sinkronisasi antara perencanaan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dengan fakta realisasi di lapangan.
Salah satu poin krusial yang menjadi instrumen pengawasan adalah sektor belanja barang dan jasa, khususnya komponen konsumsi (makan dan minum) bagi peserta serta panitia.
Sebagai informasi, turnamen domino ini juga menarik biaya pendaftaran dari peserta sebesar Rp150 ribu per pasangan, sementara total hadiah yang disiapkan tercatat senilai Rp51 juta.
Kondisi ini memicu pertanyaan publik mengenai alokasi dana APBD senilai Rp150 juta yang telah dicairkan melalui skema TU tersebut.
Sesuai regulasi, penggunaan skema Tambahan Uang Persediaan (TU) mengharuskan adanya pertanggungjawaban yang cepat dan akurat.
Mengingat dana TU merupakan uang muka kerja untuk kegiatan yang bersifat mendesak, akurasi laporan menjadi harga mati.
Masyarakat berharap pihak terkait dapat memastikan bahwa kualitas dan kuantitas logistik yang diberikan kepada peserta benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang tertuang dalam dokumen perencanaan.
“Prinsip transparansi dalam pengelolaan dana kegiatan daerah adalah kunci. Masyarakat hanya ingin memastikan apakah apa yang tertulis di kertas (RAB) tercermin secara nyata di lapangan,” ujar salah satu aktivist yang juga sumber informasi yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/4/2026).
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Mamasa belum memberikan keterangan resmi terkait hal tersebut.
Upaya konfirmasi ke Kepala Dispora Mamasa, Arvin Mandadung, namun belum berhasil. (*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
