Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Meningkat Tajam, Infrastruktur SPKLU Terus Diperluas
- account_circle sulbarupdate
- calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
- visibility 185
- comment 0 komentar

Nasional – Sulbarupdate.id – Penjualan mobil listrik di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mengikuti tren global menuju kendaraan ramah lingkungan. Data resmi dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat bahwa pada 2024, penjualan mobil listrik (battery electric vehicle/BEV) mencapai 43.188 unit atau sekitar 5% dari total penjualan mobil nasional. Angka ini naik tajam dibanding 2023 yang hanya sekitar 17.051 unit listrik terjual.
Laju pertumbuhan ini berlanjut pada 2025, di mana laporan terbaru menunjukkan bahwa hingga September 2025, total penjualan BEV mencapai sekitar 55.225 unit, menyumbang hampir 10 persen dari total penjualan mobil di Indonesia.
Tren penjualan positif ini tidak terlepas dari hadirnya lebih banyak model EV di pasar serta kebijakan stimulus dari pemerintah. Selain itu, data industri menunjukkan bahwa pada Q1 2025 saja, penjualan EV di Indonesia mencapai 27.616 unit, meningkat dari 19.260 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh lonjakan penjualan BEV sebesar 152,5% dan PHEV 44,8%.
Seorang tenaga penjual di Jakarta mengatakan, “Minat konsumen terhadap mobil listrik makin meningkat karena biaya operasional yang lebih hemat dan semakin banyak pilihan model.”
Menurutnya, pembeli kini bukan hanya konsumen kelas atas, tetapi juga keluarga menengah yang ingin menghemat biaya bahan bakar.
Sementara itu, infrastruktur pengisian daya juga semakin berkembang. Data terbaru mencatat jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah mencapai 3.772 unit di seluruh Indonesia per Maret 2025, termasuk di rest area tol dan kawasan perkotaan. Mayoritas lokasi SPKLU berada di Pulau Jawa, tetapi keberadaan stasiun juga mulai meningkat di Sumatra, Bali, Sulawesi, dan wilayah lainnya.
Pemerintah terus memberikan insentif fiskal, seperti pengurangan pajak penjualan dan pembebasan bea masuk, untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik. Kebijakan ini diyakini turut mendorong pertumbuhan pangsa pasar EV serta menarik investasi dari pabrikan otomotif. Pengamat industri memperkirakan bahwa jika tren ini berlanjut dan infrastruktur semakin memadai, kendaraan listrik bisa semakin dominan di pasar Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.
- Penulis: sulbarupdate
