Diguyur Hujan Deras, Jalan Poros Pangandaran–Burana Lumpuh Akibat Longsor
- account_circle Whelson
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- visibility 77
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Mamasa mengakibatkan bencana tanah longsor di sejumlah titik, tepatnya di jalur yang menghubungkan Desa Pangandaran dan Desa Burana.
Akibatnya, akses transportasi warga lumpuh total lantaran material tanah menutup badan jalan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat lima titik longsor utama di sepanjang ruas jalan poros tersebut.
Kondisi ini memaksa warga harus bertaruh nyawa demi menjalankan aktivitas esensial, termasuk memenuhi kebutuhan pokok dan mengakses layanan kesehatan.
Salah seorang warga Desa Pangandaran, Almerta, menceritakan betapa sulitnya akses transportasi saat ini. Ia bersama warga lainnya terpaksa bergotong-royong mengangkat sepeda motor agar bisa melewati tumpukan material tanah yang licin dan curam.
“Kami baru saja berhasil lolos setelah berjuang melewati beberapa titik longsor. Kami harus mempertaruhkan nyawa karena hendak menuju Makassar untuk berobat,” ujar Almerta kepada media, Minggu (3/5).
Kondisi ini bukan sekedar hambatan mobilitas, melainkan ancaman keselamatan bagi warga yang sedang dalam keadaan darurat medis.
Selain mendesak pembersihan material longsor, warga juga menyuarakan kekecewaan mendalam terkait infrastruktur di wilayah mereka.
Almerta menyebutkan bahwa jalan poros Burana–Pangandaran seolah “terlupakan” oleh pemerintah daerah. Terdapat minimal 5 titik longsor yang menutup badan jalan sepenuhnya.
Sementara jalan ini merupakan jalur utama bagi warga dua desa untuk mendistribusikan hasil bumi dan belanja kebutuhan harian.
“Kami memohon perhatian dari Pemkab Mamasa. Kami juga bagian dari Kabupaten Mamasa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegas Almerta.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Mamasa segera menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor dan memberikan solusi permanen terhadap kondisi jalan yang sudah puluhan tahun rusak berat tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait mengenai langkah penanganan di lokasi.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
