Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan
- account_circle Juita
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 499
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id – Ironi terjadi di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Sebuah Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur yang telah puluhan tahun jadi tempat belajar anak-anak berkebutuhan khusus, mendadak disegel oleh ahli waris lahan, Sabtu (2/5/2026).
Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terhenti dan nasib para siswa pun terkatung-katung.
Peristiwa penyegelan tersebut terjadi saat semangat peringatan Hardiknas tengah digaungkan di seluruh penjuru negeri.
Sekolah yang selama ini menjadi harapan bagi puluhan siswa berkebutuhan khusus itu kini tidak dapat digunakan, setelah pihak ahli waris mengklaim kepemilikan sah atas lahan dan bangunan.
Pantauan wartawan Sulbarupdate.id terpasang papan baliho di pintu gerbang. Bertuliskan “ahli waris menyegel gedung SDLB, puluhan tahun menempati tidak penyelesaian”.
Dibalik pagar itu, anak berkebutuhan khusus memakai seragam Pramuka berdiri memegang pagar sambil melihat keluar. Akibat penyegelan ini, kegiatan belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.
Para siswa berkebutuhan khusus yang selama ini bergantung pada layanan pendidikan di SDLB tersebut kini kehilangan akses belajar yang layak.
Peristiwa ini menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan, khususnya dalam hal perlindungan fasilitas pendidikan bagi kelompok rentan.
Di saat pemerintah terus mendorong pemerataan pendidikan inklusif, kejadian ini justru menunjukkan masih lemahnya perlindungan hukum terhadap aset pendidikan.
Momentum Hardiknas yang seharusnya menjadi refleksi kemajuan pendidikan, justru diwarnai dengan kenyataan pahit yang dialami siswa berkebutuhan khusus.
Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi simbol harapan dan kemajuan, bukan justru menghadirkan kisah pilu yang menghambat hak dasar anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
Hingga berita ini dirilis belum ada pernyataan dari pihak dinas Pendidikan Kabupaten Majene. Upaya konfirmasi akan terus dilakukan hingga berhasil (*)
- Penulis: Juita
- Editor: Ancha
