Merajut Silaturahmi dalam Balutan Tradisi, Kala Pemkab Mamasa Menyapa Pemuda Mappurondo
- account_circle Whelson
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Aroma kemenyan dan semangat persaudaraan menyatu dalam sebuah ritual tahunan yang sakral di Dusun Saludadeko, Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Senin (27/4/2026).
Keheningan wilayah Pitu Ulunna Salu (PUS) pecah oleh antusiasme ratusan pemuda penghayat kepercayaan. Mereka berkumpul bukan sekadar untuk seremoni, melainkan untuk meneguhkan eksistensi identitas dalam bingkai keberagaman.
Kegiatan bertajuk Kunjungan Umum ke-VIII yang diinisiasi oleh Pemuda Penghayat Kepercayaan Ada’ Mappurondo Pitu Ulunna Salu (PPKAM P.U.S.) ini mengusung tema sentral “Merajut Silaturahmi, Merawat Tradisi”. Sebuah pesan kuat di tengah derasnya arus modernitas.
Acara tahunan ini menjadi kian istimewa dengan kehadiran langsung Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. Tidak datang sendiri, Bupati didampingi jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, mulai dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pariwisata, Sosial, hingga Kesbangpol dan Satpol PP. Kehadiran kolektif ini menyiratkan pesan penting yakni negara hadir untuk merangkul setiap elemen keyakinan tanpa sekat.
Bupati Welem Sambolangi menekankan bahwa kegiatan ini adalah manifestasi nyata dari toleransi beragama yang menjadi fondasi kekuatan Kabupaten Mamasa.
“Kami menyampaikan selamat dan sukses atas kegiatan ini. Bagi kami, ini adalah langkah positif yang luar biasa dalam menjaga keutuhan serta persatuan masyarakat, khususnya bagi generasi muda penghayat Mappurondo,” ujar Welem dengan nada penuh apresiasi.
Menuju “Mamasa yang Mamase”
Lebih jauh, Bupati mengajak seluruh kaum muda Mappurondo untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Ia menyelipkan sebuah visi filosofis tentang cita-cita mewujudkan “Mamasa menuju Mamase”—sebuah konsep daerah yang tidak hanya maju secara administratif, tetapi juga penuh kasih, kepedulian, dan kearifan lokal.
“Lewat momentum ini, mari kita pererat kegotong-royongan. Kekompakan kalian adalah modal utama bagi kami untuk membangun daerah ini,” tambahnya.
Kunjungan Umum kali ini diikuti oleh perwakilan dari 23 ranting yang tersebar di wilayah Pitu Ulunna Salu. Tak hanya itu, solidaritas juga ditunjukkan dengan kehadiran dua cabang dari luar wilayah, yakni perwakilan dari Majene dan Gempur (Makassar).
Ketua Panitia, Bagus Sadiowan, tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Baginya, kehadiran jajaran pejabat OPD di wilayah terpencil seperti Saludadeko adalah harapan baru.
“Kami berterima kasih sedalam-dalamnya. Kehadiran Bapak Bupati dan para kepala dinas memberikan kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung realita dan kondisi di daerah kami,” ungkap Bagus.
Merawat Akar di Tanah Leluhur
Kunjungan ini diakhiri dengan sambutan hangat dari masyarakat Desa Malatiro yang menyambut rombongan dengan keramahan khas pegunungan.
Bagi masyarakat setempat, kedatangan pemimpin daerah ke tengah-tengah komunitas Mappurondo bukan hanya sekadar kunjungan kerja, melainkan pengakuan atas akar budaya yang telah ribuan tahun menghidupi tanah Pitu Ulunna Salu.
Di Dusun Saludadeko, tradisi tidak sekadar dirayakan, ia sedang diperjuangkan agar tetap hidup di tangan para pemuda.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
