Hujan Gol di Manakarra: Persimaju Menari, PS Matra Kalah 0-7
- account_circle Am*
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 41
- comment 0 komentar

Mamuju – Sulbarupdate.id – Sore di Stadion Manakarra tak sekadar menghadirkan pertandingan, melainkan sebuah kisah tentang kejayaan yang kembali bersinar. Dalam lanjutan Piala Gubernur Sulawesi Barat Liga 4, Persimaju Mamuju tampil bak badai yang tak terbendung, menghancurkan PS Matra dengan skor telak 7-0. 21 April 2026.
Persimaju bukan sekadar tim biasa. Mereka adalah klub legenda sepak bola Mamuju—nama yang telah lama hidup dalam ingatan, kini bangkit dengan semangat baru, membawa sejarah dan kebanggaan yang tak lekang oleh waktu.
Sejak peluit awal, Persimaju seperti menulis takdirnya sendiri. Serangan mengalir tanpa henti, hingga Abdi membuka pesta lewat sundulan tajam yang menggetarkan jala lawan. Gol itu menjadi awal dari sebuah simfoni kemenangan.
Sang kapten, Rian dengan nomor punggung 9, tampil sebagai pemimpin sejati di atas lapangan. Dengan ketenangan dan ketajaman, ia menambah keunggulan Persimaju, bahkan kembali mencatatkan namanya untuk gol keempat. Di setiap langkahnya, ia seperti menghidupkan kembali semangat kejayaan klub yang telah lama dikenal publik Mamuju.
Ical pun ikut menorehkan tinta dalam cerita besar ini, menambah gol ketiga yang memperindah jalannya pertandingan. Babak pertama ditutup dengan dominasi penuh—empat gol tanpa balas, seakan menjadi pesan bahwa Persimaju datang dengan misi besar.
Memasuki babak kedua, irama permainan tak berubah. Persimaju terus menari di atas lapangan hijau, menggempur tanpa ampun hingga angka tujuh terpampang jelas di papan skor. PS Matra hanya mampu bertahan di tengah derasnya serangan yang datang bertubi-tubi.
Di bawah arahan manajer Suprianto Paisal, Persimaju Mamuju kini tak hanya dikenal sebagai klub legenda, tetapi juga sebagai “kuda hitam” yang siap mengguncang Liga 4 Sulawesi Barat musim ini.
Di Stadion Manakarra, sore itu, sejarah seperti kembali ditulis. Persimaju bukan hanya menang—mereka menghidupkan kembali legenda, mengukir harapan, dan mengirimkan pesan kuat: kejayaan lama telah bangkit, dan mereka datang untuk menaklukkan.
- Penulis: Am*
- Editor: Am*
