Ketua IMI Mamasa Klarifikasi Istilah ‘Janda’ di Event JELATA: Itu Singkatan Jalur Andalan
- account_circle Whelson
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 46
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Kabupaten Mamasa, Daniel Pumbu, resmi memberikan klarifikasi terkait polemik penamaan jalur dalam event Jelajah Wisata (JELATA) yang merupakan bagian dari rangkaian Bulan Mamase.
Penamaan jalur yang menggunakan istilah “Janda Terjepit” tersebut sebelumnya sempat memicu kontroversi dan menuai kritik tajam di media sosial karena dinilai merendahkan kaum perempuan.
Dalam keterangannya kepada awak media di Rumah Jabatan (Rujab) Mamasa pada Selasa (21/4/2026), Daniel menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak berniat melecehkan pihak mana pun.
Ia menjelaskan bahwa nama tersebut merupakan istilah teknis di kalangan rider.
“Janda itu sebenarnya akronim dari Jalur Andalan bagi para rider. Sedangkan kata ‘Terjepit’ digunakan karena ada titik di jalur tersebut di mana terdapat bebatuan yang kerap menjepit ban kendaraan peserta,” ujar Daniel.
Meski telah memberikan penjelasan mengenai asal-usul penamaan tersebut, Daniel menyatakan pihaknya menerima semua kritik dan saran dari masyarakat dengan tangan terbuka.
Ia menganggap polemik ini sebagai bahan evaluasi penting untuk pelaksanaan kegiatan di masa mendatang.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat Mamasa atas kritik dan sarannya. Ini menjadi catatan penting bagi kami agar lebih berhati-hati dan lebih baik lagi ke depannya,” tambahnya.
Selain masalah penamaan jalur, IMI Mamasa juga merespons keluhan warga terkait kerusakan infrastruktur jalan dan adanya ternak warga yang mati akibat dampak kegiatan tersebut.
Daniel berkomitmen bahwa panitia akan bertanggung jawab penuh.
Ia mengaku pihak panitia akan turun tangan memperbaiki titik-titik jalan yang mengalami kerusakan.
Daniel juga akan segera menemui pemilik ternak yang terdampak untuk membicarakan solusi dan kompensasi secara kekeluargaan.
Menutup keterangannya, Daniel memaparkan sumber pendanaan event JELATA.
Ia menjelaskan bahwa anggaran kegiatan berasal dari beberapa sumber yakni biaya pendaftaran sebesar Rp200.000 per orang.
Bantuan pihak ketiga berupa barang dan dukungan lainnya dan dukungan dana dari Pemda Mamasa.
Walau membenarkan adanya kucuran dana dari pemerintah daerah, Daniel tidak merinci secara spesifik besaran nilai anggaran yang diterima untuk menyelenggarakan event tersebut.
Daniel juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mamasa atas adanya insiden tersebut.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
