Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

Fraksi Mahasiswa Soroti Dugaan Korupsi Dinas PU Mamasa, 4 Proyek Jalan Jadi Bidikan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di lingkup Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mamasa memicu reaksi keras dari kalangan mahasiswa.

Ketua Fraksi Mahasiswa, Alim Bahri, secara terbuka melayangkan kecaman terkait pengelolaan anggaran yang dinilai tidak transparan dan berpotensi merugikan keuangan daerah.

​Alim mengungkapkan bahwa berdasarkan investigasi pihaknya, ditemukan pola pengelolaan anggaran yang tidak akuntabel dan sarat kejanggalan. Sejumlah kegiatan yang dibiayai uang rakyat diduga kuat tidak dilaksanakan sesuai ketentuan.

​”Minimnya keterbukaan informasi publik, ketidaktransparan rincian anggaran, serta hasil pekerjaan yang dipertanyakan menimbulkan kecurigaan adanya penyimpangan,” ujar Alim dalam keterangannya.

​Fraksi Mahasiswa merinci setidaknya ada empat proyek dengan total anggaran ratusan juta rupiah yang menjadi fokus utama mereka. Diantarnya:

​Pembersihan Ruas Jalan Mambi-Saluassing-Sondonglayuk (Rp211 Juta). Pekerjaan ini diduga tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

​Dana Persiapan Kunjungan Presiden RI (Rp363 Juta). Anggaran untuk menyambut kunjungan Joko Widodo dinilai tidak proporsional dan tidak rasional. “Kunjungan kepala negara tidak boleh dijadikan tameng untuk pemborosan atau rekayasa anggaran,” tegas Alim.

​Pekerjaan Ruas Jalan Mambi-Rantepalado (Rp101 Juta). Ditemukan indikasi ketidaksesuaian spesifikasi teknis dan perencanaan yang matang.

​Pembersihan Ruas Jalan Saluassing-Salukepopo (Rp181 Juta). Diduga terjadi praktik mark-up atau penggelembungan anggaran jika dibandingkan dengan volume pekerjaan di lapangan.

Dasar Hukum dan Desakan Penegakan Hukum

​Menurut Alim, dugaan penyimpangan ini berpotensi melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor, serta melanggar prinsip keterbukaan informasi yang diatur dalam UU No. 14 Tahun 2008.

​Menyikapi hal tersebut, Fraksi Mahasiswa Sulbar meminta Kejaksaan Negeri Mamasa segera melakukan penyelidikan dan penyidikan.

​Fraksi Mahasiswa Sulbar juga minta Polres Mamasa diminta proaktif tanpa menunggu laporan resmi.

Tak hanya itu, Fraksi Mahasiswa Sulbar juga minta ​Inspektorat Mamasa didesak melakukan audit investigatif secara terbuka. Meminta BPK RI diminta melakukan pemeriksaan khusus.

​Pihaknya juga minta DPRD Mamasa segera memanggil pihak terkait untuk menjalankan fungsi pengawasan.

​Ancaman Laporan ke Mabes Polri dan Aksi Massa

​Fraksi Mahasiswa menegaskan tidak akan berkompromi dengan praktik yang merugikan rakyat. Jika dalam waktu dekat tidak ada langkah konkret dari Aparat Penegak Hukum (APH) di Mamasa, mereka mengancam akan membawa kasus ini ke tingkat lebih tinggi.

​”Kami berencana melaporkan persoalan ini ke Kejaksaan Tinggi, bahkan hingga ke Mabes Polri, serta membuka kasus ini ke media nasional,” kata Alim.

​Ia juga menambahkan bahwa aksi unjuk rasa akan menjadi langkah terakhir jika transparansi dan penegakan hukum di Mamasa terkesan jalan di tempat atau “tutup mata”.

​”Korupsi adalah kejahatan luar biasa. Setiap rupiah yang diselewengkan adalah hak masyarakat Mamasa yang dirampas,” pungkasnya.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Viral! Sepasang Kekasih di Mamasa Ucap Janji Suci di Ruang Perawatan RS

    Viral! Sepasang Kekasih di Mamasa Ucap Janji Suci di Ruang Perawatan RS

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id– Sebuah pemandangan mengharukan sekaligus luar biasa menggemparkan jagat media sosial di Kabupaten Mamasa Sulawesi Barat. Demi membuktikan bahwa cinta tak mengenal batas kondisi, sepasang kekasih memilih untuk melangsungkan pemberkatan nikah di dalam ruang perawatan Rumah Sakit Banua Mamase (RSBM), Kabupaten Mamasa, Selasa (13/1/2026). Momen sakral tersebut menjadi perbincangan hangat setelah akun Facebook Mamasa.id […]

  • Kursi Wagub Sulbar Masih Kosong, Siapa Layak Isi

    Kursi Wagub Sulbar Masih Kosong, Siapa Layak Isi

    • 0Komentar

    Sulbarupdate – Tanpa mengurangi rasa hormat kepada almarhum, kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat hingga kini masih kosong setelah Wakil Gubernur Sulbar, Salim Mengga, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 31 Januari. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Makassar, Sulawesi Selatan. Kepergian Salim Mengga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Pemerintah Sulbar dan masyarakat Sulawesi Barat. […]

  • Maraknya Tambang Diduga Ilegal, Jhon Ketua Asosiasi Pertambangan Sipakalaqbi Angkat Bicara

    Maraknya Tambang Diduga Ilegal, Jhon Ketua Asosiasi Pertambangan Sipakalaqbi Angkat Bicara

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Sabarudien syam atau yang akrab disapa Jhon Ketua Umum Asosiasi tambang MBLB SIPAKALAQBIQ SULBAR Angkat bicara terkait isu beberapa perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi yang dilaporkan diduga melakukan pelanggaran atau kegiatan ilegal. Jhon menyayangkan apabila anggota Asosiasi yang dipimpinya terlibat dalam praktik tindakan ilegal dan melanggar hukum. “Kami Asosiasi Tambang MBLB Sipakalaqbiq Sulawesi […]

  • Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    Nelayan Hilang di Majene Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Radius Pencarian

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang nelayan yang dilaporkan terjatuh di Perairan Majene, Sulawesi Barat, kini memasuki hari keempat pada Minggu (01/2/2026). Namun hingga saat ini keberadaan korban belum ditemukan dan upaya penyisiran terus diintensifkan. Diketahui korban bernama Muh. Rifai (32), seorang warga Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Ia […]

  • Inspektorat Sulbar Serahkan Hasil Audit PKKN kepada Aspidsus Kejati Sulbar   

    Inspektorat Sulbar Serahkan Hasil Audit PKKN kepada Aspidsus Kejati Sulbar  

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id –  Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Barat, M. Natsir, didampingi Inspektur Pembantu Khusus (Irban Khusus) Khairani beserta tim auditor Inspektorat Sulbar menyerahkan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara (PKKN) kepada Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat, Fatoni Hatam, di Kantor Kejati Sulbar, Kamis, 5 Februari 2026. Penyerahan Laporan Hasil Penghitungan Kerugian […]

  • Pemprov Sulbar Buka Suara Soal Nonjob 95 ASN

    Pemprov Sulbar Buka Suara Soal Nonjob 95 ASN

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) merespon informasi terkait mutasi 95 aparatur sipil negara (ASN). Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sulbar, Herdin Ismail, menegaskan jumlah tersebut tidak sepenuhnya benar. “Pada dasarnya, jumlah yang dimutasi hanya 55 pejabat administrator. termasuk dua pejabat fungsional yang naik jenjang madya, satu orang pensiun, […]

expand_less