Tokoh Toraja Deklarasikan Dukungan Provinsi Luwu–Toraja
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 164
- comment 0 komentar

RANTEPAO, Sulbarupdate.id – Wacana pemekaran daerah otonomi baru (DOB) di Sulawesi Selatan memasuki babak baru. Puluhan tokoh lintas sektor dari Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara secara resmi menyatakan komitmen untuk bergabung dengan wilayah Luwu Raya guna memperjuangkan pembentukan Provinsi Luwu–Toraja (Lutor).
Dukungan kolektif tersebut dideklarasikan dalam pertemuan strategis yang berlangsung di D’Rij Hotel & Convention Hall, Toraja Utara, Kamis (29/1/2026).
Sebagai langkah konkret, forum yang dihadiri sekitar 50 tokoh tersebut sepakat membentuk Tim Formatur Pembentukan Provinsi Luwu–Toraja. Tokoh rohaniawan, Pdt. Musa Salusu, didapuk sebagai Ketua Tim Formatur, didampingi Yohanis Lintin Paembonan sebagai Sekretaris.
Pdt. Musa Salusu menegaskan bahwa gerakan ini merupakan langkah konstitusional yang serius. Ia optimis dukungan akan terus mengalir seiring dengan masifnya konsolidasi di tingkat akar rumput.
“Ini adalah awal dari proses panjang. Kami menyadari tantangannya besar, mulai dari persetujuan DPRD, rekomendasi gubernur, hingga keputusan di tingkat pusat. Namun, wacana ini kini telah menjadi gerakan terbuka,” ujar Pdt. Musa dalam keterangannya.
Secara administratif, penggabungan Luwu Raya (Kota Palopo, Kab. Luwu, Kab. Luwu Utara, dan Kab. Luwu Timur) dengan dua kabupaten di Toraja akan membuat calon DOB ini memiliki total enam kabupaten/kota.
Jumlah ini telah melampaui syarat minimal lima daerah bawahan yang ditetapkan undang-undang untuk pembentukan sebuah provinsi baru.
Selain aspek administratif, pertemuan tersebut turut membedah landasan historis dan potensi ekonomi.
“Luwu–Toraja bukan sekadar provinsi baru, melainkan simpul kekuatan budaya dan ekonomi yang saling melengkapi,” tambah Pdt. Musa.
Sebelum deklarasi ini, Tim Formatur diketahui telah melakukan kunjungan kehormatan (silaturahmi) ke Datu Luwu di Istana Kedatuan Luwu untuk memperkuat restu kultural.
Sederet tokoh berpengaruh tampak hadir dalam barisan pendukung, di antaranya Victor Datuan Batara (mantan Wakil Bupati Tana Toraja), Kombes Pol (P) Darma Lelepadang, akademisi Dr. Ishak Pasulu, hingga tokoh pemuda dan adat lainnya.
Dengan terbentuknya tim ini, peta politik pemekaran di Sulawesi Selatan diprediksi akan semakin dinamis. Agenda “Lutor” kini resmi bergeser dari sekadar diskusi terbatas menjadi agenda politik yang siap diperjuangkan di tingkat nasional.(*)
- Penulis: Ancha
