Estafet Penjaga Kondosapata, Harmoni dalam Perpisahan dan Harapan
- account_circle Ancha
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 220
- comment 0 komentar

Acara pisah sambut Kapolres Mamasa di Rumah Jabatan Bupati Mamasa Jl Pendidikan Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Senin (5/1/2026). Foto / Humas Polres Mamasa
MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah naungan sebuah tenda terowongan depan Rumah Jabatan Bupati Mamasa, waktu seolah berjalan lebih lambat pada Senin 5 Januari 2026.
Bukan sekadar seremoni birokrasi, acara kenal pamit Kapolres Mamasa, menjelma menjadi panggung emosional yang memadukan rasa terima kasih atas pengabdian masa lalu dengan optimisme masa depan.
Suasana khidmat merayap di sela-sela jajaran kursi yang diisi para petinggi daerah. Di sana, transisi kepemimpinan Korps Bhayangkara di “Bumi Kondosapata” tidak dirayakan dengan kemewahan yang bising, melainkan dengan kehangatan dialog dan jabat tangan yang erat.
AKBP Muchlis Nadjar, berdiri di podium dengan raut wajah yang merefleksikan ribuan memori selama masa tugasnya. Dalam untaian kalimat pamitnya, tidak ada nada perpisahan yang dingin.
Sebaliknya, ia melabuhkan rasa syukur yang mendalam atas sinergi yang telah terjalin kuat bersama jajaran Forkopimda dan masyarakat Mamasa.
“Dukungan masyarakat dan pemerintah daerah adalah energi utama kami. Mamasa akan selalu memiliki tempat khusus dalam perjalanan pengabdian saya,” tuturnya.
Baginya, menjaga keamanan di daerah pegunungan Sulawesi Barat ini adalah tentang merawat kepercayaan dan membangun persaudaraan.
Lembaran baru kini mulai dibuka AKBP Ariantony Utama Bangalino. Sebagai nakhoda baru Polres Mamasa, ia membawa visi yang lugas.
Dalam perkenalan perdananya, Ariantony menegaskan bahwa dirinya tidak datang untuk merombak, melainkan untuk memperkokoh fondasi yang telah ada.
Ia menyadari bahwa menjaga ketertiban di wilayah dengan karakteristik budaya yang kental seperti Mamasa membutuhkan sentuhan sinergi yang inklusif.
“Kami hadir untuk melanjutkan perjuangan ini, mempererat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan Mamasa yang aman dan damai,” ungkapnya.
Kehadiran lengkap para pemangku kebijakan—mulai dari Bupati Welem Sambolangi, Wakil Bupati Drs. H. Sudirman, hingga pucuk pimpinan DPRD dan aparat penegak hukum lainnya—menjadi representasi visual dari soliditas lintas institusi di Mamasa.
Kehadiran mereka bukan sekadar memenuhi undangan protokol, melainkan simbol bahwa keamanan adalah tanggung jawab kolektif.
Prosesi penyerahan cenderamata menjadi puncak yang menyentuh. Sebuah bingkisan kecil yang sarat makna, sebagai tanda bahwa jasa pejabat lama akan selalu diingat dalam catatan sejarah daerah, sementara dukungan penuh kini resmi dialirkan bagi pejabat baru.
Acara ditutup dengan ramah tamah yang cair. Di antara tawa kecil dan sesi foto bersama, tersirat sebuah pesan kuat, bahwa meski nahkoda berganti, komitmen untuk menjaga kedamaian di jantung Sulawesi Barat ini tidak akan pernah bergeser sedikitpun.(*)
- Penulis: Ancha
