Percepatan Penurunan Stunting, Sejumlah OPD Dipanggil Bupati Mamasa
- account_circle Ancha
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Bupati Mamasa Welem Sambolangi memimpin rapat koordinasi khusus untuk mengevaluasi sekaligus mempercepat upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Rabu (23/9/2026).
Rapat berlangsung di Ruang Kerja Bupati Mamasa, Rumah Jabatan Bupati, mulai sekitar pukul 14.00 WITA.
Sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkaitan langsung dengan program percepatan penurunan stunting turut dipanggil untuk mengikuti pembahasan.
Empat unsur utama yang diminta hadir dalam rapat tersebut meliputi Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPA).
Selain itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) juga dilibatkan dalam pembahasan, terutama berkaitan dengan data yang menjadi dasar evaluasi program penanganan stunting.
Bupati meminta para kepala OPD hadir secara langsung dan tidak mewakilkan kehadiran. Mereka juga diarahkan membawa pejabat atau tenaga teknis yang memahami data serta pelaksanaan program penanganan stunting di lapangan.
Keterlibatan tenaga teknis dinilai penting agar pembahasan tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi dapat mengurai kondisi faktual, perkembangan sasaran intervensi, serta kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program.
Rapat tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyelaraskan data antar-OPD. Sinkronisasi diperlukan untuk memastikan kebijakan dan intervensi yang dilakukan pemerintah daerah mengacu pada kondisi serta kebutuhan kelompok sasaran.
Kejar Target Penurunan Stunting
Percepatan penurunan stunting menjadi salah satu agenda yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Mamasa.
Sebelumnya, Bupati Welem Sambolangi menyampaikan target pemerintah daerah untuk menurunkan prevalensi stunting dari 31 persen pada 2025 menjadi 27 persen pada 2027.
Target tersebut membutuhkan keterlibatan lintas sektor karena persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan.
Faktor pemenuhan gizi, kondisi keluarga, sanitasi, pola asuh, perlindungan sosial, serta pendampingan terhadap keluarga sasaran turut menjadi bagian dari upaya penanganannya.
Karena itu, koordinasi lintas OPD menjadi penting untuk memastikan berbagai program intervensi berjalan secara terpadu dan tidak tumpang tindih.
Rapat yang dipimpin Bupati Welem tersebut diharapkan menghasilkan evaluasi terhadap pelaksanaan program sekaligus memetakan persoalan yang membutuhkan tindak lanjut dan penanganan lebih lanjut.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
