DLH Sulbar Ambil Sampel Air Limbah Lima SPPG di Mamasa, Ini Hasilnya!
- account_circle Ancha
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 25
- comment 0 komentar

Proses pengambilan sampel IPAL SPPG Buntubuda oleh DLH Provinsi Sulbar, Rabu (21/10/2026). Foto/Ancha
MAMASA, Sulbarupdate.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat mengambil sampel air limbah dari lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mamasa untuk menguji kualitas air limbah hasil pengolahan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Rabu (21/10/2026).
Pengambilan sampel dilakukan melalui pemeriksaan IPAL pada lima SPPG, yakni SPPG Mambi, Rantebulahan, Osango Mamasa, Buntubuda, dan Sesenapadang (Sespa).
Staf Laboratorium DLH Provinsi Sulawesi Barat, Susan Sinaga, mengatakan pengujian awal terhadap sejumlah parameter lapangan menunjukkan hasil yang rata-rata masih memenuhi baku mutu.
Namun, hasil tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh proses pengolahan air limbah telah memenuhi ketentuan.
“Parameter lapangan yang kami uji ada tiga, yaitu pH, DO, dan DHL. Rata-rata masing-masing dapur hasilnya masih memenuhi baku mutu. Tetapi, masih ada beberapa parameter yang akan diuji di laboratorium,” kata Susan, saat dikonfirmasi di SPPG Buntubuda, usai lakukan pengambilan sampel.
Ia menjelaskan, pengujian lanjutan meliputi minyak dan lemak, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), serta fecal coliform.
Seluruh parameter tersebut perlu diperiksa secara menyeluruh untuk memastikan kualitas air limbah yang dihasilkan.
Menurut Susan, kesimpulan mengenai pemenuhan baku mutu baru dapat ditentukan setelah hasil pengujian laboratorium dipadukan dengan pemeriksaan parameter di lapangan.
“Jadi, kami belum bisa menentukan hanya dari hasil parameter lapangan. Harus secara menyeluruh berdasarkan hasil pengujian di laboratorium dan di lapangan,” tutur Susan.
Susan menambahkan, pemeriksaan terhadap IPAL SPPG tersebut masih berada dalam tahap pembinaan dan evaluasi, terutama karena pelaksanaannya merupakan bagian dari masa uji coba selama tiga bulan pertama.
Karena itu, apabila hasil pengujian lanjutan menunjukkan adanya parameter yang melampaui baku mutu, temuan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi masing-masing SPPG untuk melakukan perbaikan terhadap sistem pengolahan air limbahnya.
“Kalaupun nanti hasil pengujiannya masih ada beberapa parameter yang melebihi baku mutu, ini menjadi bentuk evaluasi bagi masing-masing dapur untuk memperbaiki proses IPAL-nya,” jelas Susan.
Ia mengatakan, hasil pengujian juga akan menjadi acuan untuk menilai apakah sistem IPAL yang telah dibangun sudah bekerja sesuai kebutuhan atau masih memerlukan penyesuaian teknis.
Perbaikan tersebut, lanjutnya, dapat dikoordinasikan dengan konsultan yang menangani pembangunan IPAL agar proses pengolahan air limbah dapat berjalan lebih optimal.
Dari hasil pengamatan fisik, Susan menilai pengelolaan minyak dan lemak masih memerlukan pembenahan.
Hal itu menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan mengingat aktivitas dapur berpotensi menghasilkan air limbah yang mengandung sisa minyak, lemak, dan bahan pencemar lainnya.
Sementara itu, pengambilan sampel untuk SPPG lainnya yang belum diperiksa akan dijadwalkan pada tahap berikutnya.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
