Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

  • account_circle Juita
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 74
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).

Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, kini tereduksi menjadi bangunan mati yang terbelit rantai sengketa.

Tepat eforia perayaan Hardiknas menggema di mana-mana, justru sebuah baliho bertuliskan penegasan klaim ahli waris terpampang di gerbang sekolah, memutus seketika hak konstitusional para siswa untuk mengenyam pendidikan.

Penyegelan ini bukan sekadar konflik agraria biasa tetap ia merupakan manifestasi dari rapuhnya perlindungan hukum terhadap aset pendidikan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Majene yang kerap dijuluki kota pendidikan itu.

Pihak ahli waris menyatakan bahwa langkah drastis ini diambil sebagai kulminasi dari ketidakpastian penyelesaian status lahan yang telah ditempati selama berdekade.

Ironi visual terekam jelas saat para siswa berpakaian Pramuka hanya mampu berdiri di balik pagar besi, menatap nanar ke arah luar. Bagi mereka, sekolah bukan sekadar gedung tetapi ia adalah ruang aman untuk bertumbuh di tengah keterbatasan.

Namun, ruang aman itu kini tersandera oleh kelalaian administratif birokrasi yang membiarkan api sengketa tetap membara di bawah permukaan selama puluhan tahun.

Kejadian ini merupakan tamparan keras bagi Pemerintah Daerah dan pemangku kebijakan pendidikan di Kabupaten Majene.

Di saat narasi “Pendidikan Inklusif” dan “Merdeka Belajar” gencar dipromosikan, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa kelompok rentan—anak-anak berkebutuhan khusus—menjadi pihak pertama yang dikorbankan ketika benturan kepentingan properti terjadi.

Bagaimana mungkin sebuah institusi pendidikan publik dibiarkan beroperasi selama puluhan tahun tanpa legalitas lahan yang tuntas?

Kelambanan dalam merespons tuntutan ahli waris menunjukkan lemahnya mitigasi konflik terhadap aset-aset strategis negara.

Terhentinya aktivitas belajar mengajar secara mendadak adalah bentuk pengabaian terhadap hak dasar warga negara yang dijamin oleh UUD 1945.

Hardiknas yang seharusnya menjadi momentum refleksi atas kemajuan intelektual bangsa, justru diwarnai oleh drama penyegelan yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan.

Jika di tingkat fundamental seperti kepastian lahan saja pemerintah gagal memberikan jaminan, maka visi besar pendidikan nasional akan terus terganjal oleh persoalan-persoalan klasik yang bersifat struktural.

Pemerintah Kabupaten Majene dan Provinsi Sulawesi Barat kini dituntut untuk segera mengambil langkah taktis—bukan sekadar retorika janji—untuk memastikan para siswa SDLB Lutang tidak kehilangan masa depan mereka hanya karena urusan sengketa tanah yang tak kunjung usai.

Pendidikan adalah investasi peradaban, namun di Majene hari ini, investasi itu sedang digadaikan oleh sengketa lahan yang memilukan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4.617 P3K Paruh Waktu di Mamasa Segera Dilantik, Ini Sistem Penggajiannya!

    4.617 P3K Paruh Waktu di Mamasa Segera Dilantik, Ini Sistem Penggajiannya!

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa resmi jadwalkan pelantikan 4.617 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kepastian ini menyusul diterbitkannya undangan resmi bernomor 005/343/BPKK yang mulai beredar pada Sabtu (27/12/2025). Berdasarkan dokumen tersebut, prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan ribuan tenaga non-ASN ini akan dipusatkan di Lapangan Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa, pada Senin, […]

  • Lolos dari Maut, Warga Polman Diserang Buaya Saat BAB di Sungai

    Lolos dari Maut, Warga Polman Diserang Buaya Saat BAB di Sungai

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Nasib nahas sekaligus ajaib menimpa Ismail (52), seorang warga Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Ia berhasil selamat setelah diterkam seekor buaya saat sedang buang air besar (BAB) di pinggir Sungai Mandar. Peristiwa mencekam tersebut terjadi pada Jumat (23/1/2026) malam, namun informasinya baru viral di media sosial pada […]

  • Mabuk Miras, Pemuda di Mamuju Ngamuk Pakai Parang dan Teror Warga

    Mabuk Miras, Pemuda di Mamuju Ngamuk Pakai Parang dan Teror Warga

    • 0Komentar

    ​MAMUJU, Sulbarupdate.id – Tim Pamapta Polresta Mamuju mengamankan seorang pemuda berinisial RA (25) setelah kedapatan mengamuk sambil membawa senjata tajam (sajam) jenis parang di Jalan Angsa, samping Wisma Darussalam, Kabupaten Mamuju, Minggu (8/2/2026) dini hari. ​Aksi nekat pelaku sempat memicu kepanikan warga sekitar sebelum akhirnya diringkus oleh pihak kepolisian. ​Kasi Humas Polresta Mamuju, Iptu Herman […]

  • Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Manajemen Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Majene secara resmi memberikan klarifikasi tertulis guna meluruskan polemik yang berkembang di ranah publik dan media sosial. Langkah ini diambil menyusul adanya narasi yang mengeklaim adanya penyajian makanan tidak layak konsumsi (basi) bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Rabu, 17 Desember 2025. Melalui hasil investigasi […]

  • Ketua IPMAPUS Sulbar Kecam Keras Kepala KPP Mamuju

    Ketua IPMAPUS Sulbar Kecam Keras Kepala KPP Mamuju

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Ketua Umum IPMAPUS Sulbar yang baru – baru dilaantik Gubernur Sulbar kini mengecam keras pelaporan salah satu aktivis di mamuju oleh Kepala KPPM Mamuju, Kamis 18/12/2025. “Saya selaku Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat mengecam keras tindakan Kepala Pajak yang melaporkan salah satu massa aksi yang tergabung […]

  • 14 ASN Setda Sulbar Ikuti Penilaian Kompetensi Jabatan Pelaksana, Berikut Nama -Namanya !

    14 ASN Setda Sulbar Ikuti Penilaian Kompetensi Jabatan Pelaksana, Berikut Nama -Namanya !

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Sebanyak 14 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Staf Pelaksana Biro Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dijadwalkan mengikuti agenda Penilaian Kompetensi Jabatan Pelaksana. Kegiatan yang bertujuan memetakan potensi dan kapabilitas individu ini akan berlangsung selama tiga hari, terhitung mulai hari ini 16 hingga 18 Desember 2025. Pelaksanaan asesmen kompetensi ini […]

expand_less