SPPG Sesenapadang Salurkan MBG untuk 2.240 Penerima, Menu Lengkap dengan Protein dan Sayuran
- account_circle Hamsah
- calendar_month Sen, 5 Okt 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sesenapadang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada ribuan penerima manfaat, Senin (5/10/2026).
Penyaluran menyasar peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, SMK, guru dan tenaga kependidikan, serta kelompok sasaran B3.
Kepala SPPG Sesenapadang, Arianus, mengatakan total penerima manfaat dalam penyaluran MBG kali ini mencapai 2.240 orang.
“Total penerima terdiri dari 1.268 peserta didik, 401 guru dan tenaga kependidikan, serta 529 penerima dari kelompok sasaran B3,” kata Arianus.
Menurutnya, penyediaan makanan dalam program MBG tidak hanya memperhatikan jumlah penerima, tetapi juga komposisi menu dan kandungan gizi yang diberikan.
Pada penyaluran kali ini, menu yang disiapkan meliputi nasi putih, telur saus kemangi, tempe kecap, tumis pakcoy dan wortel, serta buah semangka.
Untuk porsi besar, makanan tersebut memiliki kandungan energi sekitar 673 kilokalori (Kkal), protein 25 gram, lemak 21 gram, karbohidrat 96 gram, dan serat 3,7 gram.
Sementara untuk porsi kecil, kandungan gizinya mencapai sekitar 420 Kkal energi, 18 gram protein, 13 gram lemak, 54 gram karbohidrat, dan 2 gram serat.
Arianus menjelaskan, pelaksanaan pelayanan MBG di SPPG Sesenapadang didukung sebanyak 47 orang karyawan, dengan tenaga yang menangani aspek gizi dan administrasi keuangan.
Dalam pelaksanaan tersebut, ahli gizi SPPG Sesenapadang adalah Oktovina, sedangkan pengelolaan administrasi dan akuntansi ditangani Andarias.
“Semua unsur di SPPG bekerja sesuai tugas masing-masing agar proses penyediaan dan penyaluran makanan dapat berjalan dengan baik,” ujar Arianus.
Program MBG tersebut diharapkan dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, khususnya anak sekolah, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.(***)
- Penulis: Hamsah
- Editor: Tim Redaksi
