Asap Tebal Selimuti Kota Mamasa, Pemkab Bagikan Masker
- account_circle Whelson
- calendar_month Kam, 15 Okt 2026
- visibility 50
- comment 0 komentar

Suasana saat Bupati Mamasa, Welem Sambolangi bagikan masker ke pengguna jalan, Kamis (15/10/2026). Foto/Whelson
MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabut asap kian tebal menyelimuti kawasan perkotaan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Hal itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah (Pemda) Mamasa.
Selain mengganggu jarak pandang dan mengurangi keindahan panorama pegunungan, kondisi tersebut juga menimbulkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat.
Di tengah aktivitas warga di pasar tradisional dan sepanjang jalan kota, asap masih terlihat menyelimuti sejumlah sudut wilayah. Aktivitas perdagangan, kendaraan yang melintas, hingga anak-anak yang bermain tetap berlangsung seperti biasa.
Kondisi ekonomi dan kebutuhan sehari-hari membuat masyarakat tetap menjalankan rutinitas di tengah kualitas udara yang mengkhawatirkan.
Merespons situasi tersebut, Bupati Mamasa Welem Sambolangi bersama istri Adel Paulun, dan jajaran pemerintah daerah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung membagikan masker kepada masyarakat, Kamis (15/10/2026) sore.
Pembagian masker dimulai sekitar pukul 17.03 Wita. Rombongan menyusuri jalan dari Gedung Gabungan Dinas hingga Lapangan Tribun Kondosapata’.
Warga yang sedang beraktivitas, termasuk pedagang dan anak-anak di taman dekat pasar tradisional, menjadi sasaran pembagian masker tersebut.
Bagi sebagian warga, bantuan itu menjadi bentuk perhatian pemerintah di tengah kondisi lingkungan yang belum kondusif.
Namun, pembagian masker juga menjadi pengingat bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap.
Sebelum turun ke jalan membagikan masker, Bupati Mamasa menggelar pertemuan bersama jajaran pemerintah daerah di Posko Tim Reaksi Cepat (TRC), Gedung Gabungan Dinas.
Dalam pertemuan itu, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Warga diminta menjaga lingkungan, mengawasi potensi pembakaran, serta melaporkan pihak yang diduga sengaja melakukan pembakaran hutan.
Perhatian juga diarahkan pada keselamatan anak-anak di tengah paparan asap.
Bupati menyampaikan bahwa kegiatan belajar bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA) untuk sementara dialihkan ke rumah mulai Jumat hingga Sabtu.
Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar membatasi aktivitas anak-anak di luar ruangan dan memastikan penggunaan masker ketika harus keluar rumah.
Kebijakan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi terhadap kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan Mamasa.
Selain pembagian masker secara langsung, Bupati mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mamasa untuk turut berkontribusi dalam penyediaan masker bagi masyarakat.
Warga yang membutuhkan masker gratis dapat mendatangi Posko TRC di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, Gedung Gabungan Dinas.
Bupati juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan mengeluarkan aturan tertulis sebagai tindak lanjut atas situasi tersebut.(***)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
