Persiapan Adipura, Mamasa Perkuat Sinergi Pengelolaan Lingkungan
- account_circle Whelson
- calendar_month 12 jam yang lalu
- visibility 21
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mempersiapkan penilaian Adipura yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober hingga Desember 2026. Rencananya tahap final penilaian pada Januari 2027 mendatang.
Upaya itu dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di halaman Rumah Jabatan Bupati Mamasa, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Kapusdal LH) Wilayah Sulawesi dan Maluku, Dr. Asri Rasul, bersama rombongan.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut.
Menurutnya, kehadiran Kapusdal LH menjadi kesempatan bagi Mamasa untuk memperkuat upaya pengelolaan lingkungan dan kebersihan daerah.
“Ini suatu kebanggaan kita. Dari sekian banyak cakupan wilayah beliau, Mamasa boleh masuk dalam kunjungannya,” ujar Welem.
Ia menegaskan, upaya mewujudkan lingkungan yang bersih tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi.
Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan perlu mengambil bagian, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, hingga satuan pendidikan serta fasilitas pelayanan kesehatan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri camat dari 17 kecamatan, kepala desa beserta jajaran, kepala sekolah di wilayah Kecamatan Mamasa, kepala puskesmas, serta koordinator wilayah dan koordinator kecamatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) se-Kecamatan Mamasa.
Hadir pula unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan sejumlah pimpinan OPD.
Kapusdal LH Tekankan Kolaborasi
Dalam arahannya, Dr. Asri Rasul mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Kabupaten Mamasa bukan kali pertama. Ia mengaku pernah datang ke daerah tersebut sejak awal pemekaran, ketika sejumlah kantor pemerintahan masih dalam tahap pembangunan.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap perubahan dan kemajuan yang dilihatnya di Mamasa.
Asri menjelaskan, koordinasi tersebut tidak sekadar berkaitan dengan persiapan menghadapi penilaian Adipura, tetapi juga menjadi sarana edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini merupakan proses penyadaran, sekaligus bagaimana tata cara kita memperlakukan sampah itu,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya keterlibatan seluruh instansi dalam mendukung pengelolaan lingkungan.
Menurutnya, tanggung jawab menjaga kebersihan tidak hanya berada pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi juga seluruh OPD sesuai wilayah kerja masing-masing.
Camat, lurah, dan kepala desa turut diminta berperan aktif dalam menggerakkan masyarakat agar kebersihan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama.
Asri berharap, seluruh unsur pemerintah dapat bergerak secara bersamaan dan berkelanjutan sehingga upaya mewujudkan Mamasa yang bersih dapat berjalan optimal.
“Ketika semua bergerak secara simultan, Mamasa pasti bersih,”ungkapnya.
Kehadiran Kapusdal LH Wilayah Sulawesi dan Maluku turut disambut dengan pertunjukan musik tradisional pompang oleh Sanggar Seni Tusan serta tarian malluya, salah satu tarian tradisional Mamasa.
Bupati Welem Sambolangi juga mengalungkan sambuk atau kain tradisional Mamasa, kepada Asri Rasul sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu.(***)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
