Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

Proyek Agroforestri Rp1,6 Miliar di Mamasa Tuai Polemik, Kades Sebut Realisasi Tak Sesuai Kesepakatan

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 179
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kegiatan Agroforestri (wanatani) tahun anggaran 2023 di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, menuai protes.

Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar tersebut dinilai gagal memenuhi target pertumbuhan tanaman yang telah disepakati sejak awal.

​Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengungkapkan kekecewaannya setelah meninjau langsung lokasi penanaman di Dusun Salulotong.

Ia menyebut realisasi di lapangan sangat jauh dari komitmen awal antara pelaksana proyek dan pemerintah desa.

​”Saat kegiatan akan dimulai, kami mengadakan rapat. Saya meminta minimal 70 persen tanaman harus tumbuh, namun fakta di lapangan saat ini pertumbuhannya tidak sampai 30 persen,” ujar Saulinggi, Kamis (05/02/2026).

​Atas dasar tersebut, Saulinggi menegaskan bahwa pihaknya menolak untuk melakukan serah terima hasil pekerjaan.

​”Kami belum melakukan serah terima. Saya tidak akan menerima hasil pekerjaan itu jika tidak sesuai dengan kesepakatan awal,” tegasnya.

​Di sisi lain, pihak pelaksana memberikan pembelaan. Timotius, salah satu anggota kelompok kerja proyek tersebut, mengeklaim bahwa pekerjaan telah dilaksanakan sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang berlaku dan didukung oleh dokumentasi lengkap pada setiap item pekerjaan.

​Timotius juga menyayangkan pemberitaan yang dianggapnya kurang akurat karena hanya meninjau bagian pinggir lokasi penanaman.

​”Jangan mengangkat berita yang tidak akurat karena bisa membuat gaduh masyarakat. Mengenai persoalan tumbuh atau tidak, intinya kami hanya manusia yang berusaha sesuai aturan yang dipedomani, kami bukan Tuhan,” tulis Timotius melalui pesan WhatsApp.

​Ia juga mengklarifikasi bahwa kegiatan yang dilaksanakan murni merupakan Agroforestri, bukan Reboisasi Hutan dan Lahan (RHL) sebagaimana sempat diisukan sebelumnya.

​Sebagai informasi, Agroforestri merupakan sistem pengelolaan lahan berkelanjutan yang mengombinasikan budidaya tanaman pertanian (semusim) dengan tanaman kehutanan (kayu) atau peternakan dalam satu lanskap.

​Program ini sejatinya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani sekaligus menjaga fungsi ekologis seperti konservasi tanah dan penyerapan karbon.

Namun, kegagalan tumbuh tanaman dalam skala besar di Tawalian Timur kini menjadi sorotan terkait efektivitas penggunaan anggaran miliaran rupiah tersebut.(*)

  • Penulis: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapperida Sulbar Mulai Tahapan Penyusunan RKPD dan Renja-PD 2027

    Bapperida Sulbar Mulai Tahapan Penyusunan RKPD dan Renja-PD 2027

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat mulai menyiapkan langkah awal dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Barat Tahun 2027 serta Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja-PD) Tahun 2027, yang akan menjadi pedoman penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027. Persiapan tersebut ditandai dengan […]

  • Bapperida Sulbar Percepat Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan, Perkuat Konektivitas Logistik

    Bapperida Sulbar Percepat Pengembangan Kawasan Industri dan Pelabuhan, Perkuat Konektivitas Logistik

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Provinsi Sulawesi Barat bersama pemangku kepentingan nasional dan daerah mempercepat pengembangan kawasan ekonomi dan infrastruktur pelabuhan melalui koordinasi lintas sektor di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulbar, Jumat (6/2/2026). Langkah ini menjadi bagian strategis dalam memperkuat konektivitas logistik, meningkatkan daya saing wilayah pesisir, serta […]

  • Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pintu Gerbang Mamuju Diserahkan ke Kejaksaan

    Tiga Tersangka Kasus Korupsi Pintu Gerbang Mamuju Diserahkan ke Kejaksaan

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Pintu Gerbang Batas Kota Mamuju, Kabupaten Mamuju, memasuki babak baru. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sulawesi Barat resmi melimpahkan tiga tersangka beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Mamuju, Rabu (14/1/2026). Penyerahan Tahap II ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan. […]

  • Pengetatan Regulasi Sawit di Sulawesi Barat, Ini Kata Wagub Salim

    Pengetatan Regulasi Sawit di Sulawesi Barat, Ini Kata Wagub Salim

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) secara tegas menyatakan bahwa setiap inisiatif pengembangan perkebunan kelapa sawit dan rencana pembebasan lahan di masa mendatang wajib melalui kajian yang matang dan komprehensif. Keselamatan dan perlindungan terhadap masyarakat ditempatkan sebagai prinsip fundamental dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Sebagaimana diutarakan Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Salim S. Mengga, […]

  • Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    Warga Sugihwaras Geruduk Polres Polman, Desak Penangkapan Terduga Predator Anak

    • 0Komentar

    POLMAN, Sulbarupdate.id – Puluhan warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, mendatangi Mapolres Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, pada Jumat (30/1/2026) sore. Kedatangan massa bertujuan mendesak pihak kepolisian untuk segera mengamankan seorang pria berinisial IW (50), terduga pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur. Dalam aksi tersebut, warga membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan agar polisi tidak mengulur waktu […]

  • BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Terjadi di Mamasa, Satu Rumah Warga Dilalap Api

    BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat Terjadi di Mamasa, Satu Rumah Warga Dilalap Api

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Peristiwa kebakaran kembali mengguncang Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, pada Minggu 14 Desember 2025 dini hari. Satu unit rumah warga di Minake, Kelurahan Minake, Kecamatan Tandukkalua, dilaporkan ludes terbakar akibat amukan si jago merah. Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran yang terjadi pada waktu subuh ini. Bahkan identitas pemilik rumah juga belum […]

expand_less