Harmoni Galungan di Bumi Kondosapata
- account_circle Ancha
- calendar_month Senin, 22 Des 2025
- visibility 376
- comment 0 komentar

Bupati Mamasa Welem Sambolangi tutup acara perayaan Hari Raya Galungan di Desa Pasapa Mambu, Senin 22 Desember 2025. Dok.Ancha
MAMASA, Sulbarupdate.id — Di bawah langit Desa Pasapa Mambu yang teduh, gema sportivitas dan kidung spiritualitas perlahan melandai, menandai berakhirnya sebuah perhelatan akbar.
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, secara resmi menutup gelaran Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) dalam rangka merayakan Hari Raya Galungan atau yang akrab dalam kearifan lokal disebut Manuk A’pak, Senin 22 Desember 2025.
Ritual penutupan ini bukan sekadar seremoni formal, melainkan potret nyata toleransi yang mengakar kuat di Kabupaten Mamasa.
Digagas oleh Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Peradah Indonesia Kabupaten Mamasa yang bersinergi dengan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Porseni ini telah mewarnai hari-hari sejak 16 Desember lalu.
Mengangkat tema besar “Berakar pada Dharma, Hidup dengan Karma”, kegiatan ini menjadi oase bagi penguatan nilai spiritual sekaligus solidaritas sosial.
Ketua Panitia mengungkapkan bahwa sebanyak 26 kategori lomba telah tuntas diperlombakan.
Energi kompetisi yang sehat terpancar dari antusiasme 14 kontingen yang berasal dari empat penjuru kecamatan yakni, Messawa, Sumarorong, Nosu, dan Bambang.
Bagi umat Hindu di Mamasa, perayaan kali ini terasa jauh lebih istimewa. Ketua DPK Peradah Mamasa menuturkan bahwa kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Mamasa dalam agenda rutin dua kali setahun ini merupakan sebuah tonggak sejarah.
“Kehadiran Bapak Bupati adalah kebanggaan sekaligus suntikan motivasi bagi pemuda Hindu. Ini mempertegas komitmen kami untuk terus berjalan beriringan mendukung program-program Pemerintah Kabupaten Mamasa,” ungkapnya dengan nada penuh syukur.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PHDI Kabupaten Mamasa menegaskan bahwa Porseni adalah bagian tak terpisahkan dari pembinaan umat yang terintegrasi antara PHDI, Peradah, dan WHDI.
Dengan populasi mencapai 5.021 jiwa, umat Hindu di Mamasa bukan sekadar angka statistik, melainkan modal sumber daya manusia yang potensial bagi pembangunan daerah.
Bupati Welem Sambolangi dalam orasinya tak kuasa menyembunyikan apresiasi atas sikap harmonis yang ditunjukkan umat Hindu Dharma.
Menurutnya, kerukunan yang terjalin selama ini, baik kepada pemerintah maupun antar umat beragama, adalah fondasi utama kedamaian di Mamasa.
“Kegiatan ini melampaui batas-batas kompetisi fisik. Ia adalah ruang untuk menyemai persatuan, memupuk toleransi, dan memastikan bahwa nilai agama menjadi suluh dalam kontribusi nyata membangun daerah,” ujar Bupati.
Saat matahari mulai condong ke barat di Pasapa Mambu, Porseni Galungan 2025 resmi berakhir.
Namun, semangat “Berakar pada Dharma” dipastikan tetap tinggal, tumbuh menjadi pohon persaudaraan yang rindang bagi seluruh elemen masyarakat di Bumi Kondosapata.(*)
- Penulis: Ancha
