Jelang Nataru, Wakil Ketua DPRD Mamasa Minta Dinas Terkait Pantau Stok Pangan
- account_circle Ancha
- calendar_month Kamis, 18 Des 2025
- visibility 331
- comment 0 komentar

Wakil Ketua II DPRD Mamasa Arwin Rahman. Dok. Sulbarupdate
MAMASA, Sulbarupdate.id – Menyongsong momentum Perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru (Nataru) 2026, Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, instruksikan Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) serta Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) untuk melakukan akselerasi pengawasan di lapangan.
Langkah ini diambil guna menjamin ketersediaan komoditas bahan pokok sekaligus menekan fluktuasi harga yang mulai meresahkan masyarakat.
Arwin menegaskan bahwa mandat yang diberikan kepada jajaran terkait tidak hanya terbatas pada pemantauan stok fisik di pasar-pasar tradisional maupun ritel modern.
Fokus utama dalam inspeksi kali ini adalah memastikan kepatuhan pedagang terhadap Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kami menginstruksikan tim gabungan untuk tidak sekadar melakukan pendataan administratif terkait ketersediaan stok. Hal yang jauh lebih krusial saat ini adalah validasi harga di tingkat konsumen,” tegas Arwin, Kamis, 18 Desember 2025.
Langkah proaktif ini dipicu oleh adanya laporan dari masyarakat mengenai anomali harga pada sejumlah komoditas esensial.
Arwin mengungkapkan bahwa terdapat indikasi praktik spekulasi yang menyebabkan harga jual melampaui batas kewajaran.
“Kami menerima laporan otentik dari masyarakat mengenai adanya komoditas yang harga jualnya telah melampaui koordinat HET. Oleh karena itu, Koperindag dan Ketapang harus hadir di tengah pasar untuk melakukan langkah-langkah mitigasi dan normalisasi harga demi menjaga daya beli masyarakat di penghujung tahun,” tambahnya.
Melalui instruksi ini, diharapkan koordinasi lintas sektoral antara Koperindag dan Ketapang dapat menciptakan ekosistem pasar yang kondusif.
Jika ditemukan pelanggaran yang bersifat sistemik, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan untuk melakukan operasi pasar murah sebagai bentuk intervensi langsung.(*)
- Penulis: Ancha
