Klarifikasi SMPN 2 Majene Soal Dugaan Malapraktik Konsumsi Siswa
- account_circle Ancha
- calendar_month Rabu, 17 Des 2025
- visibility 191
- comment 0 komentar

Kepala SMPN 2 Majene, Hj. Asmirah Thlaa Ali. Dok. Sulbarupdate
MAJENE, Sulbarupdate.id – Manajemen Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Majene secara resmi memberikan klarifikasi tertulis guna meluruskan polemik yang berkembang di ranah publik dan media sosial.
Langkah ini diambil menyusul adanya narasi yang mengeklaim adanya penyajian makanan tidak layak konsumsi (basi) bagi peserta didik di lingkungan sekolah, Rabu, 17 Desember 2025.
Melalui hasil investigasi faktual dan pemeriksaan komprehensif di lapangan, pihak otoritas sekolah menegaskan bahwa narasi yang beredar mengandung bias informasi yang perlu diluruskan secara proporsional guna mencegah eskalasi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Kepala SMPN 2 Majene, Hj. Asmirah Thlaa Ali, didampingi Wakil Kepala Sekolah, Syarifah Fadilah Abbas, memberikan penjelasan teknis terkait komoditas pangan yang menjadi objek pemberitaan.
Ia menegaskan bahwa hidangan tersebut adalah telur ayam dengan teknik pengolahan setengah matang (soft-boiled), bukan dalam kondisi dekomposisi atau basi.
Karakteristik fisik dari telur setengah matang inilah yang ditengarai memicu persepsi keliru di kalangan siswa maupun publik, mengingat tekstur dan aromanya yang distingtif dibanding telur dengan tingkat kematangan sempurna.
“Kami perlu memberikan edukasi dan klarifikasi bahwa menu tersebut sama sekali tidak dalam kondisi rusak atau tidak layak. Kondisinya adalah matang parsial, yang kemungkinan besar disalahartikan akibat diskrepansi tekstur serta aroma,” ungkap Asmirah.
Pihak sekolah menggarisbawahi bahwa seluruh rantai pasok pangan, mulai dari kurasi bahan baku hingga tahap pengolahan, telah melalui prosedur pengawasan yang ketat.
Kemitraan dengan penyedia jasa boga selama ini juga tetap mengacu pada standar higienitas dan kelayakan pangan yang berlaku.
Pihak SMPN 2 Majene mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan, khususnya dalam hal tingkat kematangan makanan yang seharusnya disesuaikan dengan selera dan kebiasaan konsumsi siswa.
Oleh karena itu, pihak sekolah menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh siswa dan orang tua atas ketidaknyamanan yang terjadi.
“Kami tidak menutup mata terhadap masukan dan kritik dari masyarakat. Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi kami agar ke depan penyajian makanan lebih diperhatikan, terutama dari segi kematangan dan kenyamanan siswa saat mengonsumsi,” lanjutnya.
Sebagai tindak lanjut, pihak sekolah telah melakukan evaluasi internal dan berkoordinasi dengan penyedia makanan untuk memastikan bahwa seluruh menu yang disajikan selanjutnya dimasak hingga matang sempurna, serta lebih memperketat pengawasan sebelum makanan dibagikan kepada siswa.
Pihak sekolah juga mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan suatu informasi tanpa klarifikasi resmi, terutama yang berkaitan dengan institusi pendidikan.
Informasi yang tidak lengkap, jika tersebar luas, dapat menimbulkan keresahan dan merugikan banyak pihak.
“Kami berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. SMPN 2 Majene selalu berkomitmen untuk menjaga kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan seluruh peserta didik,” tutup pihak sekolah.
Dengan adanya klarifikasi ini, SMPN 2 Majene berharap polemik yang berkembang dapat diluruskan, serta kepercayaan masyarakat terhadap pihak sekolah tetap terjaga.(*)
- Penulis: Ancha
- Sumber: Juita
