Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Memasuki “Bulan Long Weekend”, Gunung Gandang Dewata Mulai Dibanjiri Pendaki

Memasuki “Bulan Long Weekend”, Gunung Gandang Dewata Mulai Dibanjiri Pendaki

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
  • visibility 62
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Bulan Mei yang dijuluki sebagai “Bulan Long Weekend” membawa berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di Kabupaten Mamasa.

Objek wisata alam legendaris, Gunung Gandang Dewata, kini mulai diserbu pengunjung yang ingin memanfaatkan deretan hari libur nasional dan cuti bersama.

Berdasarkan kalender tahun ini, Mei memang menjadi primadona bagi para pelancong.

Puncak Gunung Gandang Dewata, Mamasa Sulawesi Barat. (Dok. Istimewa)

Kehadiran “Hari Kejepit Nasional” (Harpitnas) yang bersanding dengan libur resmi menjadi momentum tepat bagi masyarakat untuk melepas penat dan menyalurkan hobi di alam terbuka.

Gunung Gandang Dewata bukan sekadar destinasi biasa. Menempati posisi sebagai gunung tertinggi kedua di Pulau Sulawesi setelah Gunung Latimojong, puncak yang berada di ketinggian 3.037 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini menawarkan keindahan pemandangan dan tantangan fisik.

Fiqih, seorang pendaki asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengaku telah merencanakan perjalanan ini jauh-jauh hari. Menurutnya, Gandang Dewata adalah destinasi wajib bagi pecinta alam sejati.

“Kami merasa bulan Mei ini waktu yang paling pas. Gandang Dewata sangat direkomendasikan karena selain memancarkan keindahan alam yang asri, medannya juga sangat memacu adrenalin,” ujar Fiqih, Selasa (12/5/2026).

Selain tantangan fisik, statusnya yang masuk dalam kawasan Taman Nasional membuat gunung ini menjadi rumah bagi berbagai satwa endemik Sulawesi yang dilindungi, menambah daya tarik edukasi bagi para pengunjung.

Lonjakan pengunjung ini disambut baik oleh masyarakat setempat. Jaden, salah satu pemandu (guide) lokal, mengungkapkan rasa syukur atas ramainya minat wisatawan tahun ini.

Baginya, keberadaan Taman Nasional Gandang Dewata adalah tumpuan ekonomi bagi pemuda setempat.

“Kami sangat bersyukur. Di bulan Mei ini, banyak tamu yang berkunjung dan memberikan kepercayaan penuh kepada kami selaku untuk mengantar mereka hingga ke puncak,” tutur Jaden.

Bagi para pendaki yang ingin menjajal kemegahan Gandang Dewata, terdapat dua akses utama yang bisa dilalui.

Jalur Desa Tondok Bakaru, tepatnya melalui Dusun Rantepongko dan jalur Dusun Paku, Desa Gandang Dewata, Kecamatan Tabulahan.

Bagi anda yang berencana mengisi sisa liburan di bulan Mei, pastikan fisik dalam kondisi prima dan selalu patuhi standar keselamatan pendakian demi menjaga kelestarian alam Mamasa yang memukau.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Luruhnya Batas Seragam Saat Bripka Hirwan Menyatu dengan Keringat Petani Saluahok

    Luruhnya Batas Seragam Saat Bripka Hirwan Menyatu dengan Keringat Petani Saluahok

    • 0Komentar

    MEHALAAN, Sulbarupdate.id – Di bawah naungan tenda biru sederhana yang beradu dengan rimbunnya pohon pisang, deru mesin perontok jagung memecah kesunyian Desa Saluahok, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa. Namun, ada yang berbeda di tengah tumpukan hasil panen yang menguning itu. Di sana, seorang pria berpakaian dinas cokelat tampak tak canggung bergelut dengan debu dan bulir-bulir jagung. […]

  • Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    Plt Kadinsos P3A dan PMD Sulbar Dampingi Gubernur Serahkan Penghargaan Desa Berprestasi

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id— Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos P3A dan PMD) Provinsi Sulawesi Barat, Darmawati, bersama Sekprov Sulbar, Junda Maulana, turut mendampingi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, dalam penyerahan penghargaan kepada dua desa berprestasi yang berhasil mengharumkan nama Sulawesi Barat pada ajang Pemdeskel Award/Lomba […]

  • Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

    Pengembalian Pilkada ke DPRD, Efisiensi Biaya vs Hak Konstitusional Rakyat

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali memicu polemik di panggung politik nasional. Perdebatan ini mencuat setelah sejumlah elite partai politik mulai menyuarakan urgensi perubahan sistem pemilihan demi efisiensi anggaran negara. Wacana ini kembali menguat pasca pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyoroti tingginya biaya politik […]

  • Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    Potret Buram Pendidikan di Majene, Nestapa Inklusif di Bawah Segel Sengketa

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id — Di saat gema orasi tentang kemajuan literasi dan pemerataan akses pendidikan membubung tinggi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, sebuah kenyataan getir justru terpotret di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di Lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur, yang selama puluhan tahun berdiri sebagai lentera bagi anak-anak berkebutuhan khusus, […]

  • Aktivist Mamasa Sebut Adanya Dugaan SP2D Fiktif di BPKAD Mamasa

    Aktivist Mamasa Sebut Adanya Dugaan SP2D Fiktif di BPKAD Mamasa

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID — Rihardes Langi Memanna menyebut adanya dugaan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) fiktif di di sejumlah OPD yang dikeluarkan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Mamasa. Aktivist mamasa ini bukan sekedar memberikan statement tanpa bukti dan alasan kuat, pihaknya mengaku mengantongi sejumlah bukti yang berindikasi pada dugaan penyimpangan prosedural aturan. Mantan […]

  • Hamil Anak Kedua, Seorang Wanita di Mamuju Tengah Laporkan Oknum Polisi Gegara ini! 

    Hamil Anak Kedua, Seorang Wanita di Mamuju Tengah Laporkan Oknum Polisi Gegara ini! 

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Seorang wanita berinisial E melaporkan dugaan penelantaran yang dilakukan oleh oknum anggota Polres Mamuju Tengah (Mateng) berinisial S. Korban mengaku hingga kini laporannya di kepolisian belum menemui titik terang, padahal dirinya tengah mengandung anak kedua dari hubungan tersebut. Korban menjelaskan, hubungannya dengan S awalnya didasari janji akan dinikahi secara sah dan […]

expand_less