Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » SLB di Majene Disegel, UAS Siswa Terganggu, HMI Minta Pemda Bertindak

SLB di Majene Disegel, UAS Siswa Terganggu, HMI Minta Pemda Bertindak

  • account_circle Juita
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 389
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Dunia pendidikan di Kabupaten Majene kembali menjadi sorotan setelah sebuah Sekolah Luar Biasa (SLB) disegel oleh sekelompok pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan.

Insiden ini tidak hanya menghambat aktivitas belajar mengajar, tetapi juga mengancam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) bagi siswa berkebutuhan khusus yang seharusnya berlangsung pekan ini.

Peristiwa penyegelan terjadi beberapa hari lalu ketika sekelompok orang datang ke lokasi sekolah dan menutup akses masuk dengan alasan kepemilikan lahan yang dinilai belum memiliki kejelasan hukum selama puluhan tahun.

Tindakan tersebut sontak menghentikan seluruh aktivitas di lingkungan sekolah.

Dampak paling signifikan dirasakan saat siswa dijadwalkan mengikuti UAS. Sejumlah siswa, khususnya anak-anak dengan spektrum autisme, mengalami kesulitan beradaptasi akibat perubahan mendadak tersebut. Tidak sedikit dari mereka yang akhirnya gagal mengikuti ujian sesuai jadwal.

Seorang guru di SLB tersebut, Firmansyah, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terhadap kondisi ini. Ia berharap pemerintah segera turun tangan agar proses pendidikan tidak semakin terganggu.

“Kami sangat berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan persoalan ini. Anak-anak kami membutuhkan stabilitas untuk belajar, apalagi ini momen ujian,” ujar Firmansyah, Rabu (6/5/2026).

Ketua Umum HMI Cabang Majene, Muhammad Aslan. (Dok. Istimewa)

Kondisi ini juga menuai reaksi keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Majene.

Ketua Umum HMI Cabang Majene, Muhammad Aslan, menilai penyegelan tersebut sebagai tindakan yang merugikan dan mencederai hak pendidikan siswa.

Menurutnya, sikap pemerintah daerah yang dinilai lamban dalam merespons situasi justru memperparah keadaan.

“Pemerintah seharusnya cepat menindaklanjuti masalah ini karena UAS sudah terhambat.

Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan pendidikan dan ketertiban wilayah, tidak seharusnya masalah seperti ini dibiarkan berlarut tanpa solusi,” tegas Aslan.

HMI Cabang Majene secara resmi mendesak Pemerintah Daerah Kabupaten Majene, bersama instansi terkait seperti Dinas Pendidikan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN), untuk segera mengambil langkah konkret.

Mereka meminta agar dilakukan mediasi terbuka antara pihak sekolah dan pihak yang mengklaim sebagai ahli waris guna mencari solusi yang adil.

Selain itu, HMI menekankan bahwa hak konstitusional anak untuk memperoleh pendidikan harus menjadi prioritas utama di atas segala kepentingan lainnya, termasuk sengketa lahan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi maupun langkah konkret dari pemerintah daerah terkait penyelesaian konflik tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua siswa yang berharap anak-anak mereka dapat segera kembali belajar dalam situasi yang aman dan kondusif.

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya kejelasan status lahan fasilitas publik, terutama yang berkaitan langsung dengan layanan pendidikan.

Tanpa kepastian hukum yang kuat, risiko konflik serupa berpotensi terus terjadi dan merugikan masyarakat luas, khususnya kelompok rentan seperti siswa berkebutuhan khusus.

Masyarakat kini menunggu ketegasan dan kehadiran pemerintah untuk memastikan bahwa hak pendidikan tetap terlindungi dan tidak menjadi korban dalam sengketa yang berkepanjangan.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maraknya Tambang Diduga Ilegal, Jhon Ketua Asosiasi Pertambangan Sipakalaqbi Angkat Bicara

    Maraknya Tambang Diduga Ilegal, Jhon Ketua Asosiasi Pertambangan Sipakalaqbi Angkat Bicara

    • 0Komentar

    Sulbarupdate.id – Sabarudien syam atau yang akrab disapa Jhon Ketua Umum Asosiasi tambang MBLB SIPAKALAQBIQ SULBAR Angkat bicara terkait isu beberapa perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi yang dilaporkan diduga melakukan pelanggaran atau kegiatan ilegal. Jhon menyayangkan apabila anggota Asosiasi yang dipimpinya terlibat dalam praktik tindakan ilegal dan melanggar hukum. “Kami Asosiasi Tambang MBLB Sipakalaqbiq Sulawesi […]

  • DKPPKB Sulbar Perkuat Sistem Kesehatan 2026 Lewat Pendampingan Kemenkes

    DKPPKB Sulbar Perkuat Sistem Kesehatan 2026 Lewat Pendampingan Kemenkes

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat memperkuat tata kelola pembangunan kesehatan melalui partisipasi dalam kegiatan Penjajakan dan Focus Group Discussion (FGD) Pendampingan Tata Kelola Program Kesehatan Tahun 2026 yang digelar Kementerian Kesehatan RI di Hotel Mercure Serpong Alam Sutera, Tangerang, pada 3–7 Februari 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat perencanaan, penganggaran, pengelolaan data, dan kinerja […]

  • Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Pembahasan MoU SPAM Regional Majene-Polman Senilai Rp300 Miliar

    Gubernur Sulbar Pimpin Rapat Pembahasan MoU SPAM Regional Majene-Polman Senilai Rp300 Miliar

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Suhardi Duka, memimpin rapat pembahasan draft nota kesepakatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) regional Majene–Polewali Mandar (Polman), Jumat, 20 Februari 2026. Rapat tersebut digelar untuk membahas sejumlah poin dalam draf Memorandum of Understanding (MoU) yang dinilai belum sepenuhnya menciptakan rasa keadilan bagi kedua kabupaten. Gubernur Suhardi Duka menegaskan, […]

  • Wakil Ketua DPRD Mamasa: Kebijakan Fiskal Pusat 2026 Ancam Stabilitas Ekonomi Daerah

    Wakil Ketua DPRD Mamasa: Kebijakan Fiskal Pusat 2026 Ancam Stabilitas Ekonomi Daerah

    • 0Komentar

    MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Kebijakan fiskal Pemerintah Pusat pada 2026 mulai memperlihatkan dampak serius terhadap daerah-daerah dengan kapasitas fiskal rendah. Di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tekanan itu tidak lagi dipandang sekadar penyesuaian teknokratis dalam tata kelola anggaran negara, melainkan telah berkembang menjadi persoalan struktural yang memengaruhi stabilitas ekonomi daerah, pelayanan publik, dan keberlangsungan pembangunan masyarakat. Wakil […]

  • Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

    Janji Manis Pemda Mamasa di Jembatan ‘Maut’ Kalukku Tak Kunjung Tunai

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Setahun sudah berlalu sejak Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, melontarkan janji di ujung Jembatan Gantung Sungai Kalukku. Namun, hingga kini, infrastruktur vital yang menghubungkan warga Desa Pangandaran, Kecamatan Tabulahan tersebut tetap dalam kondisi memprihatinkan dan mengancam nyawa. ​Tepat pada 27 Maret 2025 lalu, di hadapan rombongan dan masyarakat setempat, Bupati sempat menegaskan komitmennya […]

  • UPTD BPHMT- IB Sulbar Terima Delapan Mahasiswa PKL Jurusan Peternakan Unsulbar 

    UPTD BPHMT- IB Sulbar Terima Delapan Mahasiswa PKL Jurusan Peternakan Unsulbar 

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Sebanyak delapan mahasiswa Jurusan Peternakan Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) secara resmi diterima untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) oleh Kepala UPTD Balai Perbibitan Hijauan Makanan Ternak dan Inseminasi Buatan (BPHMT- IB) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Nurdin, Selasa (06/01/2026). Kegiatan PKL ini akan dilaksanakan selama 40 hari dan dipusatkan di Instalasi Perbibitan […]

expand_less