Viral Temuan Belatung di Ompreng MBG, SPPG Aralle Akui Kelalaian dan Minta Maaf
- account_circle Whelson
- calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
- visibility 244
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Sebuah rekaman video amatir yang memperlihatkan adanya belatung dalam sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial.
Video tersebut sontak memicu reaksi keras dari warganet setelah diketahui terjadi di salah satu sekolah di Kecamatan Aralle Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Dalam potongan video yang beredar, terlihat benda asing menyerupai belatung berada di dalam wadah ompreng makanan yang hendak dikonsumsi oleh siswa.
Berdasarkan penelusuran, insiden tersebut terjadi saat distribusi makanan di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Desa Uhaidao, Kecamatan Aralle, Sabtu (2/05/2026).
Menanggapi kegaduhan tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Aralle langsung bergerak cepat melakukan investigasi di lapangan.
Koordinator Wilayah MBG Kabupaten Mamasa, Muhammad Syahrul Gunawan, membenarkan temuan tersebut.
Pihaknya mengaku telah menemui tokoh adat, tokoh masyarakat, Kepala MI Uhaidao, hingga Kepala Desa setempat untuk mencari titik terang asal muasal kontaminasi tersebut.
“Kami mengakui adanya kemunculan belatung itu. Namun hingga saat ini, kami masih terus melakukan penelusuran untuk mengetahui sumber pastinya dari mana,” ujar Syahrul.
Syahrul menegaskan bahwa insiden ini murni merupakan unsur kelalaian dalam proses penyajian dan bukan sebuah kesengajaan.
Ia memastikan pihaknya akan melakukan audit ulang terhadap seluruh proses distribusi dan penyajian demi menjaga kualitas gizi bagi para siswa.
“Hal ini benar-benar merupakan kelalaian bagi kami, utamanya di tingkat SPPG. Kami menjadikannya bahan evaluasi total agar pelayanan ke depan lebih baik lagi dan kejadian serupa tidak terulang kembali,” tambahnya.
Mewakili SPPG Aralle, Syahrul menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh masyarakat Kabupaten Mamasa, khususnya para orang tua dan siswa penerima manfaat di Desa Uhaidao.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian ini. Semoga dengan insiden ini, kami bisa lebih berhati-hati dan teliti dalam penyajian makanan bergizi ke depannya,” tegasnya.
Di sisi lain, Syamsul, salah satu tokoh pendidik di wilayah setempat, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak membesar-besarkan persoalan ini secara berlebihan di media sosial.
Menurutnya, program MBG merupakan program nasional yang sangat bermanfaat bagi anak-anak di pelosok desa sebagai bentuk kehadiran negara. Ia berharap masyarakat memberikan kesempatan kepada SPPG untuk berbenah diri.
“Saya rasa persoalan ini tidak usah diperpanjang karena ini kejadian tak terduga dan tidak disengaja. Mana mungkin pihak penyelenggara sengaja memberikan makanan tidak sehat kepada anak-anak kita,” kata Syamsul.
Ia juga mengajak penerima manfaat di Desa Uhaidao untuk melihat sisi positif dari program ini sembari tetap mengawasi proses perbaikannya.
“Tentunya pihak SPPG akan berbenah untuk hasil yang lebih baik,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Whelson
- Editor: Ancha
