Bencana Longsor Landa Mamasa, 5 Desa Terisolir
- account_circle Tim Reporter Sulbarupdate
- calendar_month Minggu, 7 Des 2025
- visibility 377
- comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id — Lima desa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kini berada dalam situasi terisolasi yang kian memprihatinkan.
Selama dua pekan terakhir, akses vital menuju desa-desa tersebut terputus total sejak Jumat, 21 November 2025, menyusul bencana longsor hebat.
Ironisnya, hingga saat ini belum ada intervensi signifikan dari Pemerintah Daerah (Pemda) Mamasa untuk menyingkirkan material longsor, mengakibatkan kesulitan akut bagi warga dalam memenuhi kebutuhan pokok.
Desa-desa yang mengalami dampak parah meliputi Periangan, Tabulahan, Saluleang, Peu, Gandang Dewata, dan Salubakka.
Jalur utama yang menghubungkan wilayah ini, yakni poros Tampakkurra–Tabulahan, di titik Desa Periangan, tertimbun masif oleh material longsor berupa bongkahan batu berukuran besar.
Kepala Desa Peu, Yohosua, mengungkapkan bahwa masyarakatnya kini berada dalam tekanan psikologis dan ekonomi yang mendalam.
Pasokan logistik vital terhambat, bahkan harga komoditas esensial telah mengalami eskalasi yang signifikan.
“Kami sudah terisolasi selama dua pekan karena poros jalan tertutup material longsor. Materialnya adalah batu-batu raksasa, mustahil dibersihkan hanya dengan upaya manual,” ujar Sohosia, Minggu, 7 Desember 2025.
Ia tak menampik saat ini, warga menghadapi kendala serius dalam menyuplai kebutuhan pokok, dan sudah terjadi kenaikan harga.
Yohosua mengakui bahwa pihaknya telah mengajukan permohonan resmi kepada Pemda Mamasa untuk penanganan darurat bencana ini. Namun, ia menyayangkan ketiadaan tindak lanjut yang berarti.
“Kami telah menyampaikan permohonan kepada Pemda Mamasa, tetapi sampai detik ini, aksi pembersihan belum terealisasi,” imbuhnya.
Kekhawatiran warga semakin memuncak mengingat perayaan Natal yang sudah di ambang pintu. Persiapan hari raya yang seharusnya berjalan lancar kini terkendala total akibat akses jalan yang tertutup.
“Masyarakat sedang disibukkan dengan persiapan menyambut Natal, namun terhambat karena jalan tidak bisa dilalui. Kami sangat mengharapkan atensi serius dari Pemda Mamasa agar warga dapat merayakan Natal dengan khidmat dan damai,” pungkasnya.
Hingga berita ini dirilis, belum ada pernyataan resmi dari Pemda Mamasa. Laman ini telah lakukan upaya konfirmasi ke Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mamasa, Oktavianus Masuang, namun belum berhasil.
- Penulis: Tim Reporter Sulbarupdate
- Editor: Tim editor
