Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

RHL Rp1,6 Miliar di Mamasa Diduga Gagal, Hanya 30 Persen Tanaman Hidup

  • account_circle Whelson
  • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
  • visibility 264
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Proyek Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) tahun anggaran 2023 yang dikelola Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Barat di Desa Tawalian Timur, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, kini menuai sorotan tajam.

Program yang menelan anggaran fantastis sekitar Rp1,6 miliar tersebut diduga gagal total dan sarat akan indikasi penyimpangan.

​Berdasarkan pantauan jurnalis di lapangan, tepatnya di Dusun Salulotong pada Rabu (04/02/2026), kondisi tanaman reboisasi tampak memprihatinkan.

Sebagian besar bibit pohon yang ditanam tidak berkembang, bahkan banyak yang sudah mati. Estimasi di lapangan menunjukkan tingkat keberhasilan tumbuh tanaman hanya berkisar di angka 30 persen.

​Adapun jenis tanaman yang dialokasikan dalam proyek ini meliputi bibit Alpukat, Suren, dan Kayu Jati. Namun, alih-alih menghijaukan lahan, area RHL tersebut justru terlihat gersang tanpa perawatan yang memadai.

​”Kebanyakan gagal, Pak. Kita bisa lihat sendiri di sini, banyak sekali tanaman yang mati dan tidak tumbuh,” ujar salah seorang warga setempat yang ditemui di lokasi RHL, Rabu siang.

​Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Tawalian Timur, Saulinggi, mengatakan, pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara berkelompok. Ia tidak menampik bahwa persentase keberhasilan tumbuh tanaman memang jauh dari target.

​”Yang mengerjakan adalah kelompok. Silakan tanyakan langsung kepada kelompoknya atau fasilitatornya,” ujar Saulinggi saat dikonfirmasi.

​Terkait efektivitas anggaran, Saulinggi membenarkan nilai proyek tersebut mencapai miliaran rupiah, meski ia mengakui hasilnya tidak optimal.

“Kayaknya memang ada sekian persen saja yang tumbuh, tidak sampai 70 persen. Anggarannya sekitar itu, Rp1,6 miliar,” pungkasnya singkat.

​Hingga berita ini diterbitkan, pihak BPDAS Sulawesi Barat belum memberikan penjelasan resmi terkait rendahnya tingkat keberhasilan proyek RHL di Tawalian Timur tersebut.

Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai mekanisme pengawasan dan evaluasi anggaran.

​Kegagalan proyek ini memicu desakan agar Aparat Penegak Hukum (APH) segera turun tangan melakukan audit dan investigasi. Mengingat besarnya anggaran negara yang dikucurkan, patut diduga adanya unsur kelalaian atau praktik korupsi dalam pelaksanaan reboisasi tersebut.(*)

  • Penulis: Whelson
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • 4.617 P3K Paruh Waktu Mamasa Resmi Dikukuhkan, Dua Langsung Pensiun 

    4.617 P3K Paruh Waktu Mamasa Resmi Dikukuhkan, Dua Langsung Pensiun 

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa secara resmi mengukuhkan sebanyak 4.615 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) tersebut berlangsung khidmat di Lapangan Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa, pada Senin, 29 Desember 2025. Momentum bersejarah ini diwarnai dengan antusiasme ribuan aparatur yang hadir mengenakan seragam Korpri lengkap dengan identitas […]

  • Bupati Mamasa Resmi Lantik 8 Pejabat Eselon II

    Bupati Mamasa Resmi Lantik 8 Pejabat Eselon II

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa Welem Sambolangi, melantik enam orang Pejabat Stuktural Pimpinan Tinggi Pratama lingkup Pemerintah Daerah( Pemda) Kabupaten Mamasa. Pelantikan di laksanakan di Tribun Kondosapata, Jl. Demmajannang, Kelurahan Mamasa, Jumat (10/04/2026) Bupati Mamasa Welem Sambolangi mengucapkan selamat kepada delapan orang Eselon II yang di lantik. “Banyak selamat kepada bapak dan ibu yang telah […]

  • Dinas ESDM Sulbar Tegaskan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan Segera Melaporkan Kegiatan Tahun 2025

    Dinas ESDM Sulbar Tegaskan Usaha Jasa Penunjang Ketenagalistrikan Segera Melaporkan Kegiatan Tahun 2025

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Sulawesi Barat, Qamaruddin Kamil, saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa, 10 Februari 2026, menegaskan kepada seluruh perusahaan usaha jasa penunjang ketenagalistrikan yang belum menyampaikan laporan aktivitas kegiatannya selama Tahun 2025 agar segera menindaklanjuti kewajiban pelaporan kepada Dinas ESDM Provinsi Sulawesi […]

  • Terdakwa Kasus Korupsi Insentif Covid-19, Dua ASN Pemkab Polman Dipecat 

    Terdakwa Kasus Korupsi Insentif Covid-19, Dua ASN Pemkab Polman Dipecat 

    • 0Komentar

    Polman, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) secara resmi menjatuhkan sanksi berat berupa Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) kepada dua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berasal dari lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes). Pemecatan ini merupakan respons terhadap vonis bersalah keduanya dalam kasus dugaan korupsi dana insentif COVID-19. Dua ASN yang dipecat, diidentifikasi dengan inisial HE […]

  • Polemik TPA Salubue, DPRD Mamasa Gelar RDP dengan Dinas Terkait dan Perwakilan Masyarakat.

    Polemik TPA Salubue, DPRD Mamasa Gelar RDP dengan Dinas Terkait dan Perwakilan Masyarakat.

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa Menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Perwakilan Masyarakat sekitar TPA Salubue bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Mamasa, Rabu 14 Januari 2025. Berikut hasil kesepakatan RDP dan Dokumentasi Rapatnya:    

  • Tertinggi di Sulbar, Capaian Investasi Mamasa Tembus 184 Persen

    Tertinggi di Sulbar, Capaian Investasi Mamasa Tembus 184 Persen

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Mamasa mencatatkan capaian gemilang dalam sektor investasi sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi daerah berjuluk Bumi Kondosapata ini mencapai 184 persen dari target, menjadikannya capaian persentase tertinggi di Sulawesi Barat. Target realisasi investasi Kabupaten Mamasa sebesar Rp50 miliar ditetapkan oleh pemerintah provinsi dan pemerintah pusat. Berdasarkan data resmi, realisasi investasi yang masuk hingga […]

expand_less