Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

Pendidikan: Kesadaran Kritis dan Tanggung Jawab Bersama

  • account_circle Arwin Rahman
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 171
  • comment 0 komentar

Oleh: Arwin Rahman, S.H.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mamasa

 

SULBARUPDATE.ID– Pendidikan kerap dipahami sebagai proses penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diukur secara kuantitatif. Indikatornya jelas dan mudah dihitung: nilai, kelulusan, dan ijazah. Namun, jika pendidikan hanya berhenti pada aspek tersebut, kita berisiko kehilangan makna yang lebih mendasar dari proses pendidikan itu sendiri—yakni pembentukan kesadaran manusia sebagai subjek yang berpikir.

Pendidikan sejati tidak semata-mata berbicara tentang seberapa banyak informasi yang dapat dihafal, melainkan sejauh mana seseorang dibangunkan daya nalarnya untuk memahami realitas secara mandiri. Menghafal memang penting, tetapi berpikir adalah inti dari kemanusiaan. Tanpa kemampuan berpikir kritis, pengetahuan justru dapat berubah menjadi beban, bukan alat pembebasan.

Dalam praktiknya, sistem pendidikan sering kali berjalan dalam pola satu arah. Pengetahuan ditransmisikan dari pengajar kepada peserta didik, sementara ruang untuk bertanya dan berdialog menjadi terbatas. Pola ini mungkin efisien secara administratif, tetapi tidak selalu sehat secara intelektual. Pendidikan yang terlalu menekankan kepatuhan berpotensi melahirkan generasi yang terbiasa menerima, bukan menilai.

Sejarah pemikiran sosial mengajarkan bahwa kekuasaan yang paling bertahan lama bukanlah yang bergantung pada kekuatan fisik, melainkan yang mampu mengendalikan cara manusia memahami dunia. Penguasaan atas pengetahuan, bahasa, dan makna sering kali menjadi fondasi utama dari berbagai bentuk dominasi. Dalam konteks ini, pendidikan memegang peran strategis—baik sebagai alat pembebasan maupun, tanpa disadari, sebagai sarana pelanggeng ketimpangan.

Individu yang dibesarkan dalam sistem pendidikan yang miskin dialog cenderung terampil secara teknis, namun kurang memiliki kesadaran reflektif. Mereka mampu menjalankan prosedur, tetapi kesulitan mempertanyakan tujuan. Mereka memahami aturan, tetapi tidak selalu peka terhadap keadilan yang seharusnya melandasi aturan tersebut.

Pendidikan yang tidak mendorong pemikiran kritis pada akhirnya menjauhkan manusia dari realitas sosialnya sendiri. Ketimpangan, ketidakadilan, dan praktik kekuasaan yang bermasalah dapat diterima sebagai sesuatu yang normal, bahkan tak terelakkan. Di sinilah pendidikan menghadapi ujian etis: apakah ia hadir untuk mempertajam kesadaran, atau justru menumpulkannya.

Sebaliknya, pendidikan yang berorientasi pada pembentukan kesadaran kritis selalu berangkat dari keberanian untuk bertanya. Ia tidak memposisikan peserta didik sebagai penerima pasif, melainkan sebagai subjek yang memiliki pengalaman dan perspektif. Bertanya tidak dipandang sebagai pembangkangan, tetapi sebagai bagian dari proses memahami.

Dalam kerangka masyarakat demokratis, pendidikan semacam ini menjadi fondasi utama bagi kewargaan yang matang. Demokrasi tidak cukup ditopang oleh mekanisme elektoral dan prosedur hukum semata. Ia membutuhkan warga negara yang mampu menilai kebijakan secara rasional, memahami dampaknya, serta berpartisipasi secara sadar dalam ruang publik.

Tantangan pendidikan di era modern justru semakin kompleks. Arus informasi yang begitu deras tidak selalu berbanding lurus dengan kedalaman pemahaman. Tanpa kemampuan berpikir kritis, masyarakat mudah terjebak pada informasi yang menyesatkan, narasi yang manipulatif, dan polarisasi yang merusak kohesi sosial. Pendidikan dituntut bukan hanya menyuplai informasi, tetapi membekali kemampuan untuk menyaring dan menafsirkan.

Dalam konteks ini, tanggung jawab negara menjadi sangat penting. Pendidikan tidak boleh dipersempit menjadi sekadar urusan administratif atau statistik pembangunan. Ia adalah proyek jangka panjang pembentukan manusia dan, pada akhirnya, pembentukan peradaban. Kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk membangun nalar, etika, dan kesadaran sosial.

Sebagai pembuat kebijakan di daerah, kami menyadari bahwa pembangunan manusia tidak kalah penting dari pembangunan fisik. Daerah yang maju bukan hanya yang memiliki infrastruktur memadai, tetapi juga warga yang mampu berpikir mandiri, bersikap kritis, dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerahnya sendiri.

Pendidikan yang membebaskan tidak melahirkan peniru, melainkan pencipta. Tidak mencetak kepatuhan tanpa refleksi, tetapi menumbuhkan tanggung jawab. Ia membantu manusia memahami bahwa setiap kebijakan dan struktur sosial adalah hasil pilihan manusia, dan karena itu selalu terbuka untuk diperbaiki.

Pada akhirnya, tujuan tertinggi pendidikan adalah menjaga dan mengembangkan martabat manusia. Pendidikan harus memampukan setiap individu untuk berpikir, menilai, dan bertindak dengan kesadaran penuh—sebagai manusia yang merdeka dan sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Di sanalah pendidikan menemukan makna terdalamnya: bukan sebagai alat penjinakan, melainkan sebagai jalan pembebasan. (*)

  • Penulis: Arwin Rahman
  • Editor: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra Periode Februari 2026 Sebesar Rp 3.179,72 Per Kilogram

    Harga TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Mitra Periode Februari 2026 Sebesar Rp 3.179,72 Per Kilogram

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID – Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan Rapat Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Pekebun Mitra Periode Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung Selasa (10 Februari 2026). Rapat dipimpin dan dibuka langsung oleh Kepala Dinas Perkebunan Sulawesi Barat, Muh. Faizal Thamrin, didampingi Kepala Bidang Hilirisasi Hasil Perkebunan, Agustina Palimbong. Dalam rapat tersebut, […]

  • Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam

    • 1Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id — Dari PUS, Nyala semangat dan jejak kepemimpinan di Bumi Sulbar, Gema harapan berpadu dengan nyanyian sejarah mengalir deras di momentum sakral Pelantikan Pengurus dan Milad ke-17 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulawesi Barat tahun 2025. Di hadapan generasi muda yang berhimpun, suara Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menjadi mercusuar yang […]

  • Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    Siswa SMPN 1 Mamasa Eksplorasi Budaya di Pameran Bulan Mamase

    • 0Komentar

    MAMASA – SMPN 1 Mamasa memanfaatkan momentum Pameran Budaya dalam rangka karnaval Bulan Mamase sebagai sarana edukasi luar ruangan bagi para siswa. Kegiatan kunjungan studi ini dilangsungkan di area Tribun Kondosapata, Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Selasa (7/4/2026). ​Kehadiran stan budaya dari 17 kecamatan se-Kabupaten Mamasa menjadi daya tarik utama bagi pihak sekolah untuk memberikan wawasan […]

  • Simfoni Ramadhan di Rujab Wabub Mateng, Merawat Persaudaraan, Membangun Daerah

    Simfoni Ramadhan di Rujab Wabub Mateng, Merawat Persaudaraan, Membangun Daerah

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Senja di jalan Poros Topoyo – Tumbuh, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) terasa lebih hangat dari biasanya pada Minggu (1/3/2026). Bukan sekadar perpindahan suhu menuju petang, melainkan karena silaturahmi yang berdenyut kencang di Rumah Jabatan (Rujab) Wakil Bupati (Wabub) Mateng, Askary Anwar. Di sana, Askary, buka pintu lebar-lebar, mengundang keberagaman […]

  • Kursi Wagub Sulbar Masih Kosong, Siapa Layak Isi

    Kursi Wagub Sulbar Masih Kosong, Siapa Layak Isi

    • 0Komentar

    Sulbarupdate – Tanpa mengurangi rasa hormat kepada almarhum, kursi Wakil Gubernur Sulawesi Barat hingga kini masih kosong setelah Wakil Gubernur Sulbar, Salim Mengga, meninggal dunia pada Sabtu pagi, 31 Januari. Almarhum mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Siloam Makassar, Sulawesi Selatan. Kepergian Salim Mengga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, Pemerintah Sulbar dan masyarakat Sulawesi Barat. […]

  • Pangale Jadi Lumbung Padi, Askary Tekankan Skala Prioritas di Musrenbang 2026

    Pangale Jadi Lumbung Padi, Askary Tekankan Skala Prioritas di Musrenbang 2026

    • 0Komentar

    Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Pangale, Selasa (10/2/2026). Forum ini menjadi titik krusial mengingat Pangale merupakan penyumbang utama sektor pangan di Bumi Manakarra Bolane. ​Musrenbang ketiga ini mengusung tema besar, “Akselerasi Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi, Pertanian, dan Penguatan Kualitas SDM yang […]

expand_less