Pangale Jadi Lumbung Padi, Askary Tekankan Skala Prioritas di Musrenbang 2026
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 140
- comment 0 komentar

Mamuju Tengah, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) kembali menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di Kecamatan Pangale, Selasa (10/2/2026).
Forum ini menjadi titik krusial mengingat Pangale merupakan penyumbang utama sektor pangan di Bumi Manakarra Bolane.
Musrenbang ketiga ini mengusung tema besar, “Akselerasi Transformasi Ekonomi Melalui Hilirisasi, Pertanian, dan Penguatan Kualitas SDM yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan.”
Wakil Bupati Mateng, Dr. Askary Anwar, menegaskan bahwa di tengah kondisi efisiensi anggaran pusat yang masih berlanjut, pemerintah daerah dituntut untuk lebih jeli dalam menyusun program.
”Forum ini harus mampu melahirkan program-program skala prioritas yang tepat sasaran dan benar-benar bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Askary dalam sambutannya.
Ia menambahkan, keterbatasan fiskal daerah bukan menjadi penghalang untuk membangun, melainkan tantangan untuk tetap fokus pada kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam forum tersebut, potensi Kecamatan Pangale menjadi sorotan utama. Sebagai wilayah paling selatan di Mateng, Pangale tercatat sebagai penyumbang 50 persen produksi padi kabupaten.
Selain padi, Pangale memiliki keragaman komoditas yang menjanjikan, seperti Jagung, kakao, dan kelapa sawit.
Wabup Askary menilai, kekayaan sumber daya alam ini perlu didukung dengan penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) yang memadai.
Menurutnya, infrastruktur yang mumpuni adalah kunci untuk mengonversi potensi tersebut menjadi pertumbuhan ekonomi riil bagi warga setempat.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran petinggi daerah, Sekda Mateng, Lita Febriani, DPRD Mateng, Nirmala dari Aras, dan pemerintah Kecamatan dan Desa Pangale.(*)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
