Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Membaca Eskalasi Terbaru dari Perspektif Kedaulatan dan Pertahanan Diri Iran

Membaca Eskalasi Terbaru dari Perspektif Kedaulatan dan Pertahanan Diri Iran

  • account_circle Amr
  • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
  • visibility 134
  • comment 0 komentar

TEHERAN, SULBARUPDATE.ID – Januari 2026, Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat dalam beberapa pekan terakhir, ditandai dengan penambahan sanksi ekonomi oleh Washington, penguatan kehadiran militer Amerika di kawasan Timur Tengah, serta tekanan politik dari sekutu-sekutunya. Situasi ini memperlihatkan pola lama: pendekatan koersif Amerika Serikat yang mendorong Iran pada posisi defensif untuk melindungi kedaulatan nasionalnya.

Iran secara konsisten menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya bukanlah bentuk agresi, melainkan respons atas tekanan sistematis yang mencakup sanksi sepihak, ancaman militer terbuka, dan upaya isolasi diplomatik. Dalam kerangka ini, kebijakan pertahanan Iran—termasuk kesiapan militernya dan pengaruh regional—diposisikan sebagai instrumen pencegahan (deterrence) untuk mencegah intervensi asing, bukan untuk memulai perang.

Penambahan sanksi terbaru oleh Amerika Serikat justru mempersempit ruang dialog dan berpotensi memperburuk stabilitas kawasan. Sejarah menunjukkan bahwa tekanan ekonomi dan militer tidak pernah berhasil memaksa Iran menyerah, tetapi malah memperkuat sikap nasionalisme dan konsolidasi internal. Iran, dalam berbagai pernyataan resminya, tetap membuka pintu diplomasi sepanjang dilakukan secara adil, setara, dan tanpa ancaman.

Dari sisi geopolitik, eskalasi ini membawa risiko serius bagi kawasan dan dunia. Gangguan di jalur pelayaran strategis Timur Tengah akan berdampak langsung pada stabilitas energi global dan perekonomian internasional. Oleh karena itu, konflik terbuka bukan hanya merugikan Iran atau Amerika Serikat, tetapi juga negara-negara lain yang tidak terlibat langsung.

Dalam konteks ini, sikap Iran patut dibaca sebagai upaya mempertahankan martabat negara dan hak menentukan arah kebijakan nasionalnya sendiri. Pendekatan militeristik Amerika Serikat justru berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik yang lebih luas. Jalan keluar yang rasional dan bertanggung jawab adalah de-eskalasi, penghentian tekanan sepihak, serta penguatan diplomasi multilateral yang menghormati kedaulatan semua pihak.

Pesan utama rilis ini jelas: stabilitas Timur Tengah tidak akan tercapai melalui ancaman dan sanksi, melainkan melalui dialog yang adil. Selama tekanan eksternal terus dilakukan, Iran akan tetap berdiri pada prinsip pertahanan diri dan kedaulatan nasionalnya. (*)

  • Penulis: Amr

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hashim: Miliaran Dollar Bakal Masuk Ke RI dari Pasar Carbon

    Hashim: Miliaran Dollar Bakal Masuk Ke RI dari Pasar Carbon

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Utusan Khusus Presiden di Bidang Energi dan Iklim Hashim Djojohadikusumo menargetkan pasar karbon di Indonesia bisa berjalan pada Juli 2026. Adapun ditargetkan perdagangan karbon ini bisa mencapai miliaran dolar. Hashim menyampaikan, bahwa Indonesia sejatinya sudah memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Instrumen Nilai Ekonomi Karbon dan Pengendalian Emisi Gas […]

  • Tifatul Sembiring: Meniti Jejak Kaki Telanjang, Merajut Diplomasi Pantun di Kursi Menteri

    Tifatul Sembiring: Meniti Jejak Kaki Telanjang, Merajut Diplomasi Pantun di Kursi Menteri

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Jika panggung politik tanah air kerap dianggap sebagai arena yang kaku dan penuh ketegangan, maka Tifatul Sembiring adalah anomali yang menyegarkan. Pria yang akrab disapa Bang Tif ini merupakan representasi unik dari dualisme identitas: seorang teknokrat komputer yang fasih berbicara algoritma, sekaligus sastrawan tradisional yang menyandang gelar adat Datuak Tumangguang. Dari Tanah […]

  • Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Menjaga Marwah di Tengah Turbulensi Kebebasan

    Refleksi Hari Pers Nasional 2026, Menjaga Marwah di Tengah Turbulensi Kebebasan

    • 0Komentar

    Oleh: Hamsah Sabir Wartawan Muda PWI Sulawesi Barat Sembilan Februari kembali hadir bukan sekedar sebagai seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum kontemplasi mendalam bagi seluruh insan pers di tanah air. Sebagai bagian dari korps jurnalis yang telah tersertifikasi melalui jenjang Wartawan Muda Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), hari ini disambut dengan rasa tanggung jawab yang kian membebani […]

  • Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

    Jeritan dari Balik Kabut Mambi, 4 Tahun Tanpa Doa di Ruang Kelas

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di bawah langit mendung yang menyelimuti pegunungan Kecamatan Mambi, kesunyian bukan lagi tanda kedamaian melainkan saksi bisu atas sebuah pengkhianatan terhadap hak dasar anak bangsa. Di SDN 014 Saluang, Desa Pamoseang, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, lonceng sekolah berbunyi setiap pagi, namun bagi para siswa Muslim di sana, suara itu hanyalah penanda dimulainya […]

  • Lentera dari Sespa Mamasa, Perjuangan Mandiri Aniela Juinivita Raih Emas Nasional

    Lentera dari Sespa Mamasa, Perjuangan Mandiri Aniela Juinivita Raih Emas Nasional

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Di tengah keterbatasan fasilitas dan minimnya atensi birokrasi, seorang remaja putri dari pelosok Kabupaten Mamasa membuktikan bahwa prestasi tak butuh permisi. Aniela Juinivita, siswi SMPN 001 Sesenapadang (Sespa) sukses menggetarkan panggung nasional dengan menyabet Medali Emas Predikat Skor A dalam ajang Bakat Generasi Muda Berprestasi Tingkat Nasional 2026. ​Prestasi ini bukan sekadar […]

  • Refleksi HAB ke-80: Sekda Sulbar Ingatkan Peran Kemenag Kunci Keamanan dan Kerukunan Daerah

    Refleksi HAB ke-80: Sekda Sulbar Ingatkan Peran Kemenag Kunci Keamanan dan Kerukunan Daerah

    • 0Komentar

    SULBARUPDATE.ID, PASANGKAYU – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Junda Maulana, mewakili Gubernur Sulbar Suhardi Duka bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama Republik Indonesia ke-80 yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Bupati Pasangkayu, Sabtu, 3 Januari 2026. Upacara tersebut diikuti kurang lebih 4.000 peserta yang terdiri dari jajaran […]

expand_less