Gubernur Sulbar Targetkan Kenaikan IP Setara Cetak Sawah 30 Ribu Hektare
- account_circle Ancha
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 191
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id – Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pertanaman (IP) menjadi strategi utama untuk mendongkrak produksi pangan di wilayahnya.
Dengan meningkatkan IP dari rata-rata 1,4 menjadi 2, Sulbar diproyeksikan mampu menghasilkan produksi yang setara dengan mencetak 30.000 hektare sawah baru.
Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Panen Raya Padi dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional bersama Presiden RI Prabowo Subianto secara daring di Kompleks UPTD Dinas TPHP Sulbar, Kalukku, Kabupaten Mamuju, Rabu (7/1/2026) lalu.
Gubernur menjelaskan bahwa saat ini dari total 43.000 hektare sawah di Sulbar, baru sekitar 10.000 hektare yang mampu panen dua kali setahun. Selebihnya, sebanyak 33.000 hektare hanya melakukan satu kali panen karena keterbatasan pengairan.
“Kalau IP kita naik ke angka 2 saja, itu sama dengan mencetak sawah baru sekitar 30 ribu hektare,” ujar Suhardi Duka.
Namun, ia mengakui tantangan besar terletak pada infrastruktur irigasi. Suhardi mengkritik ego sektoral antar kementerian yang kerap menghambat pembangunan pengairan pertanian. Ia menyebut sektor pengairan sering kali kalah prioritas dibandingkan pembangunan jalan di tingkat pusat.
Meskipun secara teori sektor pertanian berisiko terjebak dalam middle income trap, Gubernur tetap menjadikan pertanian dan perkebunan sebagai pondasi pembangunan untuk menekan ketimpangan sosial.
Terbukti, Gini Ratio Sulbar saat ini berada di angka 0,306, jauh lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 0,380.
Untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, Pemprov Sulbar akan mendorong hilirisasi produk, seperti industri pengolahan, ekspor langsung dan varietas unggul.
Kepala Dinas TPHP Provinsi Sulbar, Hamdani Hamdi, memaparkan bahwa luas sawah di Sulbar mencapai 42.900 hektare, dengan cakupan irigasi yang baru menyentuh 46 persen.
Meski sarana terbatas, produksi beras tahun 2025 tercatat mengalami surplus sebesar 69.780 ton (total produksi 219.100 ton dengan konsumsi 149.323 ton). Selain itu, program cetak sawah seluas 300 hektare di Mamasa saat ini sedang berjalan.
Namun, Hamdani menyoroti kekurangan signifikan pada Alat Mesin Pertanian (Alsintan).
Ia mengaku, Sulbar masih membutuhkan ribuan unit tambahan, di antaranya:
– Traktor roda dua: Kurang 2.295 unit.
– Traktor roda empat: Kurang 288 unit.
– Kultivator: Tersedia 146 unit dari kebutuhan 18.000 unit.
Pada tahun 2026 ini, Sulawesi Barat telah menerima Dipa Tugas Pembantuan dari Kementan sebesar Rp151,9 miliar serta dana dekonsentrasi pupuk sebesar Rp881 juta untuk mendukung optimalisasi sektor pangan tersebut.(*)
- Penulis: Ancha
