Jejak Yudistira, Atlet Asal Mamasa Menaklukkan Tatami Nasional
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- visibility 153
- comment 0 komentar

BALIKPAPAN, Sulbarupdate.id — Di bawah atap megah Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC), aroma persaingan terasa begitu tajam. Di tengah riuh rendah teriakan suporter dan deru napas para petarung, seorang putra asli Mamasa berdiri dengan tegak.
Dia adalah Briptu Yudistira Batukarang. Dengan sorot mata setajam elang, membuktikan bahwa jarak geografis bukanlah penghalang bagi prestasi yang melangit.
Dalam ajang bergengsi Piala Menteri Pertahanan RI 2026, Yudistira bukan sekadar hadir sebagai pelengkap bagan pertandingan.
Turun di kelas Senior Kumite -60 kg Putra, personel Banit I Satresnarkoba Polres Mamasa ini menjelma menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
Setiap dentuman serangan dan ketangkasan tekniknya adalah buah dari disiplin tanpa celah, membawa ia berdiri di atas podium sebagai peraih medali perunggu.
Medali yang melingkar di lehernya bukanlah sekadar kepingan logam. Bagi Yudistira, itu adalah kristalisasi dari letih yang tak terucap. Ia mengakui bahwa setiap detik di atas tatami adalah hasil dari proses panjang yang melelahkan.
“Perjalanan ini penuh dengan keringat dan pengorbanan selama masa latihan yang sangat ketat,” ujar Yudistira kepada Sulbarupdate.id, Minggu (3/0/5/2026).
Ia membawa pesan sunyi dari bumi Mamasa bahwa talenta daerah memiliki daya ledak yang setara dengan atlet besar lainnya, asalkan diberi ruang dan dukungan yang layak.
Baginya, anak daerah pun mampu berbicara banyak di kancah nasional jika pemerintah dan institusi memberikan perhatian yang memadai pada pembinaan atlet lokal.
Keberhasilan Yudistira hanyalah satu fragmen dari narasi besar kesuksesan Kontingen Polda Sulawesi Barat.
Di bawah asuhan manajer Iptu Ilham Eka Dharmawan, dan tangan dingin pelatih Yudi Prayogo Saputra, tim ini datang sebagai kekuatan yang mengejutkan banyak pihak.
Secara kolektif, Tim Karate Polda Sulbar berhasil mengukuhkan posisi sebagai Juara Umum 2 pada kategori TNI/Polri.
Sebuah pencapaian prestisius yang menegaskan bahwa pembinaan olahraga di tubuh Korps Bhayangkara Sulawesi Barat telah berada di jalur yang tepat dan mampu bersaing secara tangguh di level nasional.
Kemenangan ini bukan sekadar angka di papan skor atau piala di lemari pajangan. Ini adalah bukti sahih bahwa dedikasi yang dibalut semangat sportivitas mampu memecah batasan.
Dari Mamasa untuk Indonesia, Yudistira dan Polda Sulbar telah melukiskan tinta emas di tanah Borneo, mengingatkan kita bahwa pahlawan olahraga bisa lahir dari mana saja, selama semangat pantang menyerah tetap menjadi nakhoda.(*)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
