Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Jalan Provinsi Buruk, Warga Sakit Ditandu Berkilo-Kilo Meter Menuju PKM Mehalaan 

Jalan Provinsi Buruk, Warga Sakit Ditandu Berkilo-Kilo Meter Menuju PKM Mehalaan 

  • account_circle Hamsah
  • calendar_month Rab, 16 Sep 2026
  • visibility 139
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Ketika jalan kehilangan fungsi sebagai penghubung, warga bukan hanya kehilangan akses transportasi, tetapi juga kehilangan sebagian dari hak paling mendasar yakni mendapatkan pertolongan ketika sakit.

Kondisi itu dialami seorang warga Dusun Pao-Pao, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, bernama Jamuddin, harus ditandu sekitar tujuh kilometer lantaran kondisi jalan yang tidak memungkinkan dilalui kendaraan roda empat.

Warga tersebut ditandu dari Dusun Pao-Pao menuju Dusun Kata-Kata, Desa Botteng. Setelah tiba di kawasan Kawalean, yang masih berada di wilayah Dusun Kata-Kata, pasien kemudian dibawa menggunakan mobil pribadi milik warga menuju Puskesmas Mehalaan.

Peristiwa tersebut menggambarkan betapa buruknya akses transportasi di wilayah itu. Jalan yang dilalui pasien diketahui merupakan ruas jalan berstatus jalan provinsi Sulawesi Barat yang menjadi salah satu penghubung antara Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar.

Namun, kondisi jalan kini memprihatinkan. Badan jalan di sejumlah titik semakin terkikis, menyempit dan dipenuhi bebatuan. Permukaannya bahkan tampak menyerupai alur sungai kering, sehingga menyulitkan kendaraan roda empat untuk melintas.

Kondisi itu menjadi persoalan serius ketika warga membutuhkan layanan kesehatan.

Sakit tidak mengenal buruknya jalan. Tetapi buruknya jalan dapat menentukan seberapa cepat seseorang mendapatkan pertolongan.

Ambulance Disebut Rusak

Di tengah kondisi tersebut, keluarga pasien mengaku telah menghubungi pihak Puskesmas Mehalaan sejak sehari sebelumnya untuk menanyakan kemungkinan penggunaan ambulans.

Namun, menurut keterangan keluarga, ambulans Puskesmas Mehalaan disebut sedang mengalami kerusakan.

“Pura kihubungi samaik, apo rusak adek,” ujar Amran kepada Sulbarupdate.id, Rabu (16/9/2026), yang dalam bahasa Indonesia berarti, “Sudah dihubungi kemarin, katanya ambulance rusak.”

Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat juga diharapkan memberi perhatian terhadap kondisi ruas jalan itu, mengingat statusnya sebagai jalan provinsi dan fungsinya sebagai penghubung antar kabupaten.

Sebab, jalan yang rusak mungkin hanya terlihat sebagai batu, tanah dan lubang bagi orang yang melintas. Tetapi bagi warga yang sedang sakit, jalan yang tak dapat dilalui bisa berarti waktu, tenaga, bahkan keselamatan yang dipertaruhkan.(*)

  • Penulis: Hamsah
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rudianto Lallo Apresiasi Kinerja POLRI

    Rudianto Lallo Apresiasi Kinerja POLRI

    • 0Komentar

    JAKARTA, SULBARUPDATE.ID – Anggota Komisi III DPR RI Rudianto Lallo mengapresiasi kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sepanjang tahun 2025 yang dinilai menunjukkan perbaikan signifikan, baik dari sisi pelayanan publik maupun penegakan disiplin internal. Apresiasi tersebut disampaikan Rudianto menanggapi Rilis Akhir Tahun Polri 2025 yang dipaparkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, termasuk hasil survei yang […]

  • BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    BREAKING NEWS: Kebakaran Hebat di Polman, Puluhan Rumah Warga Hangus Terbakar

    • 0Komentar

    POLEWALI MANDAR, Sulbarupdate.id – Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Galung Tuluk, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (28/2/2026) siang. Belum diketahui penyebab peristiwa tersebut. ​Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, api pertama kali terlihat membumbung tinggi dari salah satu rumah penduduk. Kondisi bangunan […]

  • MK Putuskan Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah Mulai 2029

    MK Putuskan Pemilu Nasional dan Lokal Dipisah Mulai 2029

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Demokrasi Indonesia digemparkan oleh putusan terbaru Mahkamah Konstitusi (MK) yang resmi memisahkan penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Nasional dan Pemilu Lokal. Kebijakan yang tertuang dalam Putusan Nomor 135/PUU-XXII/2024 ini dijadwalkan mulai berlaku pada tahun 2029 mendatang. Dalam putusan yang dibacakan pada Selasa (5/5/2026) tersebut, MK mengakhiri sistem “Pemilu 5 Kotak” yang selama ini […]

  • Pemkab Mateng Salurkan 81,7 Ton Beras untuk 2.726 Warga Topoyo

    Pemkab Mateng Salurkan 81,7 Ton Beras untuk 2.726 Warga Topoyo

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada masyarakat yang masuk dalam kategori penerima manfaat. Untuk tahap awal, bantuan tersebut disalurkan kepada 2.726 warga yang tersebar di 15 desa se-Kecamatan Topoyo, dengan total beras mencapai 81 ton 789 kilogram. Pelepasan penyaluran bantuan dilakukan oleh Wakil […]

  • BPK RI Mulai Audit Interim LKPD Mamasa 2025, Fokus pada OPD Pendapatan

    BPK RI Mulai Audit Interim LKPD Mamasa 2025, Fokus pada OPD Pendapatan

    • 0Komentar

    ​MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI resmi memulai pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Mamasa Tahun Anggaran 2025. Proses audit lapangan ini dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, terhitung sejak 2 Februari hingga 3 Maret 2026. ​Ketua Tim Auditor BPK RI, Visi Denok Mustikasari, menyatakan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan […]

  • SPPG Tandukkalua Ballabatu Salurkan MBG kepada 2.430 Penerima Manfaat

    SPPG Tandukkalua Ballabatu Salurkan MBG kepada 2.430 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Tandukkalua Ballabatu menyalurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada 2.430 penerima manfaat di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat (9/10/2026). Kegiatan yang bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Mamasa tersebut dimulai pukul 08.00 WITA, dengan sasaran peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan serta kelompok balita, ibu […]

expand_less