SDK Bakal Jadi Dewan Penasihat SMSI Sulbar
- account_circle Hamsah Ancha
- calendar_month Kam, 8 Okt 2026
- visibility 63
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Di tengah derasnya arus informasi yang bergerak nyaris tanpa jeda, hubungan antara pemerintah dan media bukan sekadar perkara komunikasi. Di sana terdapat tanggung jawab yang lebih besar yakni menjaga agar informasi tetap menjadi jembatan bagi masyarakat, bukan justru menjadi kabut yang menutupi kebenaran.
Pesan itu mengemuka dalam pertemuan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) bersama jajaran Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulawesi Barat di Kantor Gubernur Sulbar, Jalan Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (8/10/2026).
Dalam silaturahmi tersebut, jajaran SMSI Sulbar menyampaikan tawaran kepada Suhardi Duka untuk menjadi Dewan Penasihat SMSI Sulbar.
Tawaran itu disambut langsung oleh SDK. “Saya bersedia,” kata Suhardi Duka.
Dengan nada ringan, SDK kemudian menyelipkan candaan kepada jajaran pengurus SMSI Sulbar. “Asal mau dinasehati,” ujarnya sembari tertawa.
Candaan tersebut mencairkan suasana pertemuan yang sejak awal berlangsung dalam nuansa silaturahmi. Namun, di balik kalimat sederhana itu, tersirat satu hal penting: hubungan antara pemerintah dan media membutuhkan ruang untuk saling mengingatkan.
Silaturahmi itu sekaligus menjadi ruang pertukaran pandangan mengenai tantangan media di tengah perubahan lanskap informasi. Media siber kini tidak hanya berhadapan dengan tuntutan kecepatan, tetapi juga dengan derasnya informasi yang belum tentu benar.
SDK berharap SMSI Sulbar dapat mengambil bagian dalam menangkal penyebaran hoaks, terutama di tengah kebiasaan masyarakat menerima dan menyebarkan informasi melalui media sosial.
Menurutnya, informasi yang beredar di ruang digital kerap diterima masyarakat tanpa terlebih dahulu memastikan kebenarannya. Karena itu, keberadaan media yang bekerja dengan prinsip verifikasi dinilai memiliki posisi penting dalam membantu publik memperoleh informasi yang dapat dipercaya.
Media, dalam konteks tersebut, tidak hanya dituntut menjadi yang pertama menyampaikan kabar, tetapi juga menjadi salah satu penjaga agar kabar yang sampai kepada masyarakat tidak kehilangan kebenarannya.
SDK berharap media siber dapat membantu masyarakat memilah informasi dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Bagi SMSI Sulbar, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.
Ketua SMSI Sulbar Sarman Sahuding menyampaikan apresiasi atas penerimaan Gubernur Sulbar terhadap jajaran pengurus SMSI.
“Terima kasih Pak Gubernur sudah menerima kami dengan baik,” kata Sarman.
Ia berharap silaturahmi tersebut tidak berhenti sebagai pertemuan seremonial, tetapi menjadi awal dari komunikasi yang lebih konstruktif antara SMSI Sulbar dan pemerintah daerah.
Ruang komunikasi itu dinilai penting agar penyampaian informasi kepada masyarakat dapat berjalan secara terbuka, sekaligus memberi ruang bagi media untuk menjalankan fungsi jurnalistiknya secara profesional.
Pada akhirnya, di tengah zaman ketika sebuah informasi dapat berpindah dari satu layar ke jutaan layar hanya dalam hitungan detik, tantangan media bukan semata-mata tentang seberapa cepat sebuah berita diterbitkan.
Tantangannya adalah bagaimana memastikan kecepatan tidak mengalahkan ketepatan, popularitas tidak menggeser kebenaran, dan derasnya arus informasi tidak membuat masyarakat kehilangan arah.
Di titik itulah peran media menjadi penting—menjadi penuntun di tengah riuhnya informasi, sekaligus pengingat bahwa di balik setiap berita terdapat tanggung jawab kepada publik.(***)
- Penulis: Hamsah Ancha
- Editor: Tim Redaksi
