Pelantikan IPMAPUS Sulbar, Gubernur SDK Sampaikan Petuah Mendalam
- account_circle Ancha
- calendar_month Minggu, 14 Des 2025
- visibility 675
- comment 1 komentar

Suasana Pelantikan Pengurus dan Milad ke-17 IPMAPUS Sulbar di D'Maleo Hotel, Minggu 14 Desember 2025. (Foto. Ancha)
Mamuju, Sulbarupdate.id — Dari PUS, Nyala semangat dan jejak kepemimpinan di Bumi Sulbar, Gema harapan berpadu dengan nyanyian sejarah mengalir deras di momentum sakral Pelantikan Pengurus dan Milad ke-17 Ikatan Pelajar dan Mahasiswa PUS (IPMAPUS) Sulawesi Barat tahun 2025.
Di hadapan generasi muda yang berhimpun, suara Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK), menjadi mercusuar yang memancarkan optimisme dan peta jalan politik bagi komunitas PUS.
Dengan diksi yang merangkai masa lalu dan masa depan, SDK tidak sekadar memberi sambutan, melainkan menabur benih keyakinan, juga pesan masa depan PUS dan Sulbar.
Ia memuji kekuatan intelektual Masyarakat PUS yang telah melahirkan banyak guru dan pejabat, membuktikan bahwa dari rahim PUS, lahir para pengukir peradaban.
“Komunitas PUS, laksana mata air ilmu yang tak pernah kering. Dari kedalaman tanahnya, mengalirkan tokoh-tokoh yang menjadi tiang penopang birokrasi dan pendidikan. Jejak ini adalah warisan yang tak ternilai.” ungkap SDK dalam sambutannya.
Di Pelantikan dan Milad ke-17 IPMAPUS Sulbar ini, tidak hanya merayakan usia, tetapi juga mengukuhkan janji untuk menjadi subjek utama dalam narasi pembangunan Sulbar, berbekal komitmen, integritas, dan warisan kepemimpinan yang mengalir dari PUS.

Suasana saat Gubernur Sulbar, Suhardi Duka, Lantik pengurus IPMAPUS di D’Maleo Hotel, Minggu 14 Desember 2025.
Para pengurus baru tersebut adalah tunas harapan yang siap menjadi pohon rindang di kancah politik, ekonomi, pendidikan, pembangunan daerah hingga pandangan kebijakan daerah kedepan.
Menyibak Tirai Geopolitik: Garis Darah dan Takdir Kepemimpinan
Pesan yang paling menusuk sukma adalah penegasan SDK tentang garis darah kepemimpinan dari PUS. Ia mengingatkan bahwa Gubernur pertama Sulbar adalah putra dari Aralle, (Anwar Adnan Saleh) seorang tokoh yang berakar kuat di PUS.
Ini adalah penobatan identitas, sebuah seruan untuk berbangga atas darah PUS yang mengalirkan takdir pemimpin. Lalu, dalam sorot mata yang penuh visi, SDK melontarkan isyarat geopolitik yang tajam.
“Tidak menutup kemungkinan, kelak, Pemimpin Walikota Mamuju adalah sosok yang lahir dari rahim PUS ini. Sejarah telah menorehkan tinta emasnya, dan kini, lembaran baru menanti untuk diisi oleh keturunan PUS.” singgung SDK dengan kelakar narasi yang bersenda gurau di D’Maleo Hotel, Minggu 14 Desember 2025.
Pernyataan ini bukan sekadar retorika, melainkan penanda bahwa komunitas PUS memiliki kapabilitas dan potensi politik untuk menempati tampuk tertinggi, sebuah dinamika yang akan membentuk lanskap kekuasaan di ibu kota provinsi.
Di tengah euforia politik, SDK menyematkan pesan etika yang mendalam. Ia mengangkat integritas sebagai mahkota Masyarakat PUS, suatu nilai yang melampaui formalitas yakni orang PUS memegang teguh komitmen.
“Mereka adalah batu karang di tengah badai janji. Tanpa lembar perjanjian yang bermaterai, jika ‘ya’ telah terucap, maka ia adalah kebenaran yang pasti ditepati. Saudara-saudara, genggam erat prinsip itu,” ungkap Gubernur SDK.
Menurut Suhardi Duka, itulah pondasi spiritual dan azimat pegangan yang menopang kesuksesan para pendahulu hingga dirinya, yang juga merupakan Putra kebanggaan PUS.
Ia menekankan, keberhasilan sesungguhnya tidak terletak pada alat atau organisasi yang dijadikan sarana, melainkan pada semangat yang menghidupkan organisasi.
“Persatuan yang kalian miliki di sini adalah harta karun. Jaga, rawat, dan biarkan ia menjadi pelita. Dukunglah pemerintah dengan spirit yang sama, agar setiap peluang—sekecil apa pun—dapat kita gapai bersama,” pungakasnya.
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim editor
