Pemda Mamasa Gaungkan Kearifan Lokal dalam Ranah Komunikasi Digital
- account_circle Tim Reporter Sulbarupdate
- calendar_month Kamis, 4 Des 2025
- visibility 351
- comment 0 komentar

Mamasa, Sulbarupdate.id – Pemerintah Kabupaten Mamasa, melalui inisiasi strategis Dinas Komunikasi Informasi dan Persandian (Diskominfosandi), menyelenggarakan sebuah forum edukatif yang berfokus pada penguatan Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) serta sosialisasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) dan Layanan Aspirasi & Pengaduan Online Rakyat (Lapor!).
Kegiatan yang digelar di Villa Edelweiss, Desa Tondokbakaru, Kecamatan Mamasa, pada Kamis 4 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati H. Sudirman menyoroti betapa esensialnya komunikasi sebagai fondasi dalam segala upaya pembangunan.
“Kegiatan ini amat strategis, sebab dalam membentuk entitas apapun, komunikasi adalah keniscayaan. Kami berharap melalui upaya ini, kearifan lokal Mamasa, dapat terealisasi, demi mewujudkan Mamasa yang Mamase,” ungkap Sudirman.
Ia menekankan perlunya regulasi etika komunikasi agar diskursus publik terhindar dari bias interpretasi dan praktik buruk di media sosial, seperti saling caci atau penyebaran informasi palsu (hoax).
Sementara itu, Bupati Mamasa Welem Sambolangi memandang kegiatan ini sejalan dengan visi kepemimpinannya yakni optimalisasi pelayanan publik melalui sistem digitalisasi.
Menyadari tingginya penetrasi media sosial, Welem menyerukan agar masyarakat bertanggung jawab dalam berekspresi.
“Saya mengharapkan seluruh masyarakat Mamasa senantiasa menjunjung tinggi budaya kearifan lokal,” tutur Welem.
Ia menambahkan, ruang-ruang komunikasi publik perlu dimanfaatkan untuk mempromosikan keamanan, kuliner, dan produk khas lokal Mamasa—seperti tenun, pemandian air panas, dan ikan mas—guna menjawab rasa penasaran publik.
Senada, Kepala Diskominfosandi Mamasa, Ernesto Randan, mengutarakan bahwa forum ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik dan merespons kondisi di media sosial yang kerap menampilkan narasi negatif.
Ernesto juga menargetkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai motor penggerak dalam menciptakan iklim komunikasi yang sehat.
Terkait SP4N Lapor!, ia memastikan sistem ini akan diintegrasikan dan dikelola dengan baik oleh administrator di masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Di akhir sambutannya, Ernesto Randan membanggakan capaian signifikan yakni KIM Kareba Bussu dari Mamasa berhasil masuk dalam 20 besar lomba penulisan artikel yang diselenggarakan Komdigi.
Prestasi ini terukir dari persaingan ketat 3.528 KIM di seluruh Indonesia, membuktikan potensi Mamasa dalam pengelolaan informasi yang berkualitas.
Kegiatan ini dipandang sebagai langkah awal fundamental untuk merekonstruksi citra Mamasa, menyerukan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat, tanpa memandang pangkat atau posisi, demi pemulihan dan kemajuan daerah.
- Penulis: Tim Reporter Sulbarupdate
- Editor: Ancha
