67 Kejadian Karhutla di Mamasa Sepanjang 2026, Kejadian Meningkat Sejak Agustus
- account_circle Ancha
- calendar_month Ming, 11 Okt 2026
- visibility 75
- comment 0 komentar

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, Alfredy. Dok. Istimewa
MAMASA, Sulbarupdate.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mencatat sebanyak 67 kejadian selama periode Januari hingga Oktober 2026.
Dari jumlah tersebut, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan peningkatan signifikan sejak Agustus hingga Oktober.
Kepala BPBD Kabupaten Mamasa, Alfredy, mengatakan kondisi karhutla saat ini sudah meluas. Meski demikian, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama personel terkait tetap melakukan penanganan secara maksimal di lapangan.
“Untuk kondisi saat ini memang sudah masif, tetapi kami dari Tim TRC tetap melakukan penanganan secara maksimal. Namun, kalau hanya TRC dan tim saja, itu tidak cukup,” jelas Alfredy, saat dikonfirmasi Sulbarupdate.id, Minggu (11/10/2026).
Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, terutama pemerintah desa yang menjadi perwakilan pemerintah di tingkat tapak.
Ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa untuk terus mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan.
Bahkan, apabila ditemukan warga yang dengan sengaja melakukan pembakaran, pemerintah desa diharapkan berani melaporkannya kepada pihak berwenang.
Berdasarkan pengamatan tim di lapangan, Alfredy menyebut sejumlah kejadian karhutla diduga berkaitan dengan pembakaran yang sengaja dilakukan untuk membuka lahan perkebunan.
Kondisi geografis Kabupaten Mamasa yang memiliki topografi sulit juga menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan kebakaran.
Tidak semua lokasi kejadian dapat dijangkau dengan mudah oleh petugas, sehingga upaya pemadaman membutuhkan waktu dan
dukungan berbagai pihak.
“Harapan kami, masyarakat harus sadar untuk tidak membakar lahan. Sebab, tidak semua lokasi bisa dijangkau oleh tim karena topografi wilayah kita memang sulit,” tegasnya.
BPBD Mamasa berharap kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah meluasnya karhutla.
Upaya penanganan di lapangan, menurut Alfredy, perlu diimbangi dengan pencegahan melalui keterlibatan pemerintah desa dan kepatuhan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Sementara itu, kejadian terbaru dilaporkan berada di wilayah Loko, Desa Mambulilling. Lokasi tersebut menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian dalam penanganan kejadian di Kabupaten Mamasa.
BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada aparat setempat agar dapat ditindaklanjuti sedini mungkin.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
