Palongaan Jadi Kampung Donor Darah di Mamuju Tengah
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Rab, 30 Sep 2026
- visibility 60
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng), Sulawesi Barat, membentuk Kampung Donor Darah di Desa Palongaan, Kecamatan Tobadak, Selasa (29/9/2026).
Pembentukan Kampung Donor Darah dirangkaikan dengan kegiatan donor darah, pemeriksaan kesehatan, serta pemeriksaan golongan darah secara gratis bagi masyarakat.
Kegiatan yang dipusatkan di Balai Kantor Desa Palongaan itu dibuka langsung Ketua PMI Mamuju Tengah, Hj. Asriani Arsal. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kesehatan Mateng Setya Bero, Kepala Dinas Sosial Nirwana Aras, Staf Ahli Dr. Asmira Djamal, Camat Tobadak Rusli Arif, serta sejumlah warga.
Ketua PMI Mamuju Tengah, Hj. Asriani Arsal, mengatakan pembentukan Kampung Donor Darah itu diharapkan menjadi langkah awal yang dapat diikuti desa maupun kecamatan lainnya.
“Semoga ke depan, satu kecamatan satu Kampung Donor Darah,” ujar Asriani saat ditemui di Balai Desa Palongaan.
Menurutnya, keberadaan Kampung Donor Darah diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan ketersediaan darah, khususnya ketika masyarakat membutuhkan transfusi darah di rumah sakit.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan donor darah karena kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sosial yang dapat membantu sesama.
“Jangan takut untuk mendonorkan darah. Setetes darah yang kita berikan bisa sangat berarti bagi orang lain yang membutuhkan,” katanya.
Pembentukan Kampung Donor Darah di Desa Palongaan disebut menjadi yang pertama di Kabupaten Mamuju Tengah. PMI berharap inisiatif tersebut dapat berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Sulawesi Barat.
Asriani juga meminta pengurus Kampung Donor Darah yang baru dibentuk agar aktif melakukan pendataan dan menggerakkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan donor darah.
Menurutnya, keaktifan pengurus penting untuk membantu menjaga ketersediaan stok darah di RSUD ketika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Mamuju Tengah, Setya Bero, mengatakan pihaknya akan membangun kolaborasi dengan pengurus Kampung Donor Darah Desa Palongaan.
Kolaborasi tersebut, kata dia, salah satunya diarahkan pada pembentukan basis data warga yang telah menjalani skrining dan bersedia menjadi pendonor.
“Harapannya ada database warga Palongaan yang sudah dilakukan screening, meliputi nama, jenis kelamin, golongan darah, dan nomor telepon,” ujar Setya.
Database tersebut nantinya diharapkan dapat mempermudah koordinasi ketika terdapat pasien di RSUD yang membutuhkan darah. Data pendonor yang sesuai dapat digunakan untuk menghubungi warga maupun pengurus Kampung Donor Darah guna membantu memenuhi kebutuhan darah pasien.
Setya menambahkan, keberadaan Kampung Donor Darah diharapkan dapat memperkuat kesiapan stok darah sekaligus mempermudah koordinasi antara masyarakat, pengurus kampung donor darah, fasilitas kesehatan, dan pihak terkait lainnya.
Dengan pola tersebut, kegiatan donor darah tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang terorganisasi dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.(**)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Hamsah
