Bupati Mamasa Buka Ruang Kritik Pembangunan di Momen Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98
- account_circle Ancha
- calendar_month Rab, 28 Okt 2026
- visibility 84
- comment 0 komentar

Bupati Mamasa Welem Sambolangi, saat memberi sambutan di acara dialog pemuda momentum perayaan hari Sumpah Pemuda ke-98 di Air Terjun Sarambu Liawan, Rabu (28)10/2026). Foto/Ancha
MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa Welem Sambolangi membuka ruang bagi pemuda untuk menyampaikan kritik dan gagasan sebagai bahan evaluasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Hal itu disampaikan Welem saat menghadiri dialog kepemudaan bertema “Sinergitas Pemuda dan Pemerintah dalam Mewujudkan Generasi Emas 2045”.
Dialog dilaksanakan di objek wisata Sarambu Liawan, Kabupaten Mamasa, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Rabu (28/20/2026).
Dialog dihadiri anggota DPR RI dari Sulawesi Barat, H. Ajbar, Wakil Ketua DPRD Mamasa Arwin Rahman, Sekretaris Daerah Mamasa H. Muhammad Syukur, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta perwakilan berbagai organisasi kepemudaan.
Welem menegaskan, kritik dan penilaian masyarakat, khususnya kalangan pemuda, diperlukan untuk mengukur keberhasilan pembangunan sekaligus menjadi bahan perbaikan kebijakan pemerintah.
Menurutnya, pemuda memiliki pemikiran kritis dan idealisme yang dapat membantu pemerintah mengevaluasi pelaksanaan pembangunan agar berjalan lebih baik dan berkelanjutan.
Ia juga meminta seluruh pimpinan OPD menindaklanjuti masukan yang disampaikan dalam dialog tersebut dengan melakukan pembenahan sesuai visi dan misi pembangunan Kabupaten Mamasa.
Welem berharap keterlibatan pemuda terus berlanjut selama masa kepemimpinannya, sehingga berbagai kekurangan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat diperbaiki secara maksimal.
Sementara itu, anggota DPR RI H. Ajbar menekankan pentingnya peningkatan literasi di kalangan pemuda agar mampu memilah informasi yang benar serta menangkal penyebaran berita bohong atau hoaks.
Ia menilai, peran pemuda tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga harus diwujudkan melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat.
Ajbar mendorong generasi muda, termasuk mereka yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi, untuk berkontribusi membangun daerah asal dengan memanfaatkan potensi yang tersedia, termasuk sektor pertanian dan lahan produktif yang belum dikelola secara optimal.
“Pemuda bukan hanya memberikan kritikan, tetapi mesti terjun langsung membangun peradaban kehidupan yang lebih baik,” ujarnya.
Ia juga mendorong pemuda untuk tidak hanya bergantung pada peluang menjadi aparatur pemerintah, melainkan berani menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
Selain kemandirian ekonomi, Ajbar menyoroti pentingnya membangun karakter, integritas, dan moralitas dalam mempersiapkan pemimpin masa depan.
Ia berharap praktik politik uang atau money politics dapat dihentikan agar proses demokrasi menghasilkan pemimpin yang berkualitas.
Di sisi lain, Sekretaris Daerah Mamasa H. Muhammad Syukur mengatakan, ruang dialog menjadi salah satu sarana untuk menghargai pemikiran pemuda sekaligus membuka kesempatan bagi mereka menyampaikan ide dan gagasan dalam proses pembangunan.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda perlu diberikan pada setiap tahapan pembangunan agar kebijakan dan program yang dihasilkan semakin berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Wakil ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman saat menghadiri dialog pemuda di wisata air terjun Sarambu Liawan, Kecamatan Sumarorong, Rabu (28/10/2026) Foto/Ancha.
Senada dengan itu, Wakil Ketua DPRD Mamasa Arwin menilai kehadiran kalangan muda di lembaga legislatif dapat menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Ia berharap dialog tersebut menghasilkan gagasan konkret yang dapat ditindaklanjuti pemerintah serta memperkuat ruang partisipasi pemuda dalam pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Mamasa.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
