Polresta Mamuju Musnahkan Ribuan Botol Miras Hasil Operasi Pekat Marano 2026
- account_circle Ancha
- calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id– Jelang bulan suci Ramadan, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mamuju menunjukkan komitmen tegas dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Sebanyak 1.435 botol minuman keras (miras) pabrikan dan 200 liter minuman tradisional jenis ballo dimusnahkan di halaman Mapolsek Mamuju, Selasa (24/2/2026).
Barang bukti yang dihancurkan tersebut merupakan hasil sitaan dari Operasi Pekat Marano 2026. Operasi ini difokuskan pada pemberantasan penyakit masyarakat, dengan target utama peredaran miras ilegal yang kerap jadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kapolresta Mamuju, Kombes Pol Ferdyan Indra Fahmi, mengungkapkan bahwa pemusnahan ini adalah langkah preventif untuk memastikan ibadah di Bulan Suci Ramadan ini berjalan khusyuk.
”Tujuan kami adalah menjamin masyarakat dapat menunaikan ibadah puasa dengan aman, tanpa gangguan dari potensi tindakan kriminalitas yang dipicu oleh alkohol,” ujar Ferdyan di sela-sela kegiatan.
Berdasarkan analisis kepolisian, jumlah miras yang diamankan kali ini tergolong signifikan. Ferdyan memberikan gambaran dampak sosial jika ribuan botol tersebut beredar luas di masyarakat.
Total Botol: 1.435 botol (Kadar alkohol 20 persen hingga 40 persen).
Minuman Tradisional: ±200 Liter Ballo/Cap Tikus.
Jika satu liter dikonsumsi empat orang, barang bukti ini berpotensi merusak sekitar 7.000 orang.
”Ini bukan jumlah kecil. Dampaknya bukan hanya mengganggu ibadah, tetapi juga memicu perkelahian, kecelakaan lalu lintas, hingga kekerasan di jalanan,” tambahnya.
Kegiatan pemusnahan ini tidak hanya dilakukan oleh aparat kepolisian, tetapi juga disaksikan dan didukung penuh oleh elemen masyarakat.
Polresta Mamuju memastikan tidak akan memberikan ruang bagi praktik peredaran miras tanpa izin, terutama saat momen sakral keagamaan.
Operasi serupa dipastikan akan terus berlanjut guna menyisir lokasi-lokasi yang terindikasi masih nekat melakukan jual beli miras secara masif.
Dengan pemusnahan ini, diharapkan stabilitas daerah tetap terjaga sehingga masyarakat Mamuju dapat menjalani rutinitas ibadah dengan tenang dan nyaman khusunya di Bulan Suci Ramadhan.(*)
- Penulis: Ancha
