Bupati Mamasa Terima Tim Kementerian Pertanian, Berikut Agedanya di Mamasa
- account_circle sulbarupdate
- calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
- visibility 148
- comment 0 komentar

MAMASA, SULBARUPDATE.ID – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, menerima kunjungan Tim Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Rumah Jabatan Bupati Mamasa, Selasa 10 Februari 2026.
Kedatangan tim disambut secara adat melalui pengalungan sambu dan shyal sebagai bentuk penghormatan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Mamasa didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Mamasa serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa.
Sesuai keterangan Plt. Dinas Pertanian, Bernard mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari kegiatan monitoring program percetakan sawah Tahun Anggaran 2025 sekaligus penyampaian rencana kelanjutan program percetakan sawah pada Tahun Anggaran 2026. Tim Kementerian Pertanian melaporkan bahwa pada tahun 2026 direncanakan pencetakan sawah lanjutan di Kabupaten Mamasa.
Sementara itu, Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam kesempatan pertemuan tersebut menyampaikan sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi sektor pertanian di Mamasa. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah keterbatasan infrastruktur irigasi, meskipun daerah ini memiliki potensi sumber air yang cukup menjanjikan.
Menurut Welem, belum optimalnya jaringan irigasi menyebabkan potensi air belum sepenuhnya mampu menjangkau lahan persawahan, sehingga berdampak pada produktivitas petani. Selain irigasi, ia juga menyoroti keterbatasan bibit, alat dan mesin pertanian, serta persoalan pupuk yang kerap langka dan berharga mahal.
Bupati Mamasa menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Mamasa telah berupaya meringankan beban petani melalui penyaluran pupuk gratis yang dilaksanakan dua kali dalam setahun, meskipun dengan keterbatasan anggaran daerah. Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung keberlangsungan usaha tani masyarakat.
Welem juga mendorong adanya program pembenihan lokal di Mamasa agar bibit yang digunakan lebih sesuai dengan kondisi geografis dan iklim setempat, sekaligus memberdayakan petani lokal. Menurutnya, bibit dari daerah bercuaca panas kerap tidak optimal ketika ditanam di wilayah Mamasa yang berhawa dingin.
Seluruh upaya tersebut, lanjut Welem, diarahkan untuk mewujudkan swasembada pangan, setidaknya untuk kebutuhan pangan lokal. Target ini dinilai sejalan dengan program nasional serta mendukung kebutuhan bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mamasa.
Sumber: Leo MdB
- Penulis: sulbarupdate
- Editor: Amr
- Sumber: Leo Mamasa Dalam Berita
