Anies Baswedan Soroti ‘Kerusakan Ganda’ Indonesia, Rakyat Belum Sejahtera, Alam Sudah Rusak
- account_circle Ancha
- calendar_month Senin, 19 Jan 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar

JAKARTA, Sulbarupdate.id – Anggota Kehormatan 001 Gerakan Rakyat, Anies Baswedan, melontarkan kritik tajam terhadap arah pembangunan Indonesia saat ini.
Ia menilai Indonesia tengah menghadapi fenomena “kerusakan ganda”, di mana kesejahteraan rakyat belum tercapai namun kelestarian alam sudah terlanjur dikorbankan.
Hal tersebut disampaikan Anies saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/1) malam. Dalam pidatonya, Anies membandingkan pola pembangunan Indonesia dengan negara-negara maju.
Menurutnya, mayoritas negara maju biasanya mencapai kemakmuran ekonomi terlebih dahulu sebelum akhirnya menghadapi konsekuensi kerusakan lingkungan. Namun, ia melihat anomali yang terjadi di tanah air.
“Di banyak tempat, perekonomian memajukan seluruh rakyat, lalu perekonomian dikembangkan terus sampai merusak lingkungan. Ketika lingkungan rusak, rakyat sudah mendapatkan kesejahteraan,” ujar Anies.
“Nah, di Indonesia ini perekonomiannya belum menyejahterakan rakyat, tetapi lingkungannya juga sudah rusak,” lanjutnya menekankan adanya ketidakadilan ekonomi dan ekologi yang berjalan beriringan.
Anies juga menyoroti data memprihatinkan terkait penggundulan hutan di Indonesia. Ia mengungkapkan fakta bahwa sebagian besar kerusakan hutan bukan disebabkan oleh aktivitas ilegal, melainkan justru terjadi di bawah payung hukum yang sah.
“Menurut data, lebih dari 90 persen, bahkan 97 persen (kerusakan hutan) adalah legal. Jadi memang benar ada pembalakan liar, tapi mayoritas terbesar adalah legal,” ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan di Indonesia tidak bisa diselesaikan hanya dengan penegakan hukum di lapangan.
Masalah utamanya terletak pada kebijakan yang memberikan celah bagi eksploitasi alam secara masif. “Artinya, ada regulasi, ada aturan main yang harus dikoreksi,” tegas Anies.
Menutup arahannya, Anies menyerukan agar Gerakan Rakyat memperjuangkan perubahan orientasi pembangunan. Ia mendorong diterapkannya konsep ekonomi ekologi yang berkeadilan sebagai solusi masa depan.
Agenda ini diharapkan mampu memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak lagi mengorbankan lingkungan, sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas, bukan hanya segelintir kelompok.(*)
- Penulis: Ancha
