Bertabur Tokoh Nasional, Zainal Arifin Mochtar Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar UGM
- account_circle Ancha
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar

YOGYAKARTA, Sulbarupdate.id – Pakar hukum tata negara, Zainal Arifin Mochtar, resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (15/1/2026).
Prosesi pengukuhan yang berlangsung di Balai Senat UGM ini dihadiri oleh deretan tokoh penting mulai dari mantan wakil presiden hingga tokoh politik nasional.
Akademisi yang akrab disapa Uceng ini resmi menyandang gelar profesor setelah puluhan tahun berdedikasi di dunia akademik dan advokasi konstitusi. Kehadirannya sebagai figur publik yang kritis membuat momen ini menjadi magnet bagi para elite nasional.
Pantauan di lokasi, barisan kursi undangan dipenuhi oleh nama-nama besar. Tampak hadir mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, serta dua mantan calon presiden, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Kehadiran Anies dan Ganjar menarik perhatian publik mengingat keduanya merupakan alumni UGM yang datang untuk memberikan dukungan langsung kepada rekan sejawat mereka.
Selain tokoh politik, tampak pula mantan Ketua KPK Abraham Samad, mantan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin, serta mantan Rektor UNM Husain Syam.
Kehadiran tokoh-tokoh asal Sulawesi ini mempertegas akar kedekatan Zainal yang berasal dari Sulawesi Barat dan besar di Makassar.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian akademik Zainal. Menurutnya, gelar profesor ini adalah bentuk pengakuan atas integritas Zainal dalam mengawal isu-isu hukum di Indonesia.
“Capaian ini adalah pengakuan atas konsistensi Zainal dalam menjaga marwah konstitusi dan demokrasi di tanah air,” ujar Jusuf Kalla di sela-sela acara.
Zainal Arifin Mochtar selama ini dikenal luas bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga peneliti dan pengamat yang vokal terhadap kebijakan publik. Pengukuhan ini menandai babak baru bagi “Uceng” untuk terus berkontribusi dalam penegakan hukum tata negara di Indonesia.(*)
- Penulis: Ancha
