Breaking News
light_mode
Beranda » Mamuju Tengah » Ratusan Petani S-TAB Mateng Deklarasikan Organisasi, Lanjut Reclaim Lahan Sawit

Ratusan Petani S-TAB Mateng Deklarasikan Organisasi, Lanjut Reclaim Lahan Sawit

  • account_circle Ruly Syamsil
  • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Sekitar 300 petani yang tergabung dalam Serikat Tani Adat Budong-Budong (S-TAB) Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, menggelar apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan deklarasi organisasi dan pengucapan ikrar petani.

Kegiatan tersebut berlangsung di pelataran parkir Tugu Benteng Kayumagiwang, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah, Senin (17/8/2026).

Apel berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan diisi dengan menyanyikan lagu kebangsaan, penghormatan terhadap bendera Merah Putih, pembacaan ikrar petani, serta pembacaan naskah deklarasi S-TAB Mamuju Tengah.

Dalam kesempatan tersebut, Penggagas S-TAB Mamuju Tengah, Muhaimin Faisal, mengatakan organisasi itu dibentuk sebagai wadah bagi para petani untuk memperjuangkan hak-hak mereka, khususnya terkait persoalan lahan dan ruang hidup masyarakat.

Menurut Muhaimin, S-TAB diharapkan menjadi wadah perjuangan petani yang tetap mengedepankan perlindungan, pengawasan serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

“Karena itu, kami meminta seluruh anggota menjaga pergerakan organisasi dari tindakan yang melanggar hukum. S-TAB tidak hadir untuk menjadi lawan siapa pun, melainkan mitra pemerintah dalam mencari solusi dan penyelesaian konflik lahan,” ujar Muhaimin.

Ia berharap keberadaan S-TAB dapat menjadi sarana yang efektif bagi para petani dalam mempertahankan hak atas lahan dengan tetap menempuh jalur dan mekanisme sesuai aturan perundang-undangan.

Prosesi deklarasi kemudian ditandai dengan penyerahan bendera pataka dari penggagas kepada Ketua Umum S-TAB Mamuju Tengah, Cae’.

Usai apel dan deklarasi, ratusan peserta melanjutkan kegiatan dengan menggelar karnaval kemerdekaan di sejumlah ruas jalan di wilayah Mamuju Tengah.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke lokasi perkebunan kelapa sawit yang oleh peserta disebut dikuasai PT WKSM. Di lokasi tersebut, para petani melakukan aksi reklaim lahan.

Aksi berlangsung tertib dan aman. Hingga kegiatan berakhir, tidak dilaporkan adanya gangguan keamanan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian agenda S-TAB Mamuju Tengah dalam memperkenalkan organisasi sekaligus menyuarakan aspirasi petani terkait persoalan hak atas lahan dan ruang hidup masyarakat.(*)

  • Penulis: Ruly Syamsil
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    Putri Dakka Bakal Laporkan Penyidik dan Kabid Humas Polda Sulsel ke Mabes Polri

    • 0Komentar

    MAKASSAR – Mantan Calon Wali Kota Palopo, Putriana Hamda Dakka, atau yang akrab disapa Putri Dakka, bereaksi keras atas penetapan dirinya sebagai tersangka kasus dugaan penipuan oleh Ditreskrimum Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Lewat rilis resminya, Putri Dakka mengancam akan melaporkan sejumlah pihak, termasuk oknum polisi, ke Mabes Polri. Putri Dakka menilai penetapan tersangka terhadap dirinya […]

  • Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

    Kerugian Korupsi Klaim Fiktif BPJS TK Jakarta Membengkak Jadi Rp23 Miliar

    • 0Komentar

    JAKARTA, Sulbarupdate.id – Penyidikan dugaan korupsi dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) di BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jakarta periode 2014–2024 terus berkembang. Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta mencatat adanya lonjakan nilai kerugian negara serta jumlah identitas yang dicatut dalam modus klaim fiktif tersebut. Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati DKI Jakarta, Nauli Rahim Siregar, mengungkapkan bahwa […]

  • Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    Potret Buram Pendidikan di Pelosok Mamasa, Guru Kerap Bolos, Siswa SDN 007 Botteng Terlantar

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Niat tulus para siswa di pelosok Kabupaten Mamasa untuk mengenyam bangku pendidikan harus berbenturan dengan realita pahit. SDN 007 Botteng yang terletak di Dusun Kata-Kata, Desa Botteng, Kecamatan Mehalaan, kini menjadi sorotan setelah dilaporkan meliburkan aktivitas belajar mengajar di luar kalender akademik resmi. Hal ini terjadi pada Kamis 12 February 2026. ​Kondisi […]

  • Timnas Swiss 2026: Generasi Paling Matang dalam Dua Dekade dan Ambisi Menembus Batas Sejarah

    Timnas Swiss 2026: Generasi Paling Matang dalam Dua Dekade dan Ambisi Menembus Batas Sejarah

    • 0Komentar

    BERN, SULBARUPDATE.id — Tim Nasional Swiss memasuki Piala Dunia 2026 dengan status yang sangat berbeda dibanding banyak negara Eropa lainnya. Mereka mungkin tidak memiliki sorotan sebesar England, France atau Spain namun dalam satu dekade terakhir Swiss justru menjadi salah satu tim paling konsisten di sepak bola internasional. Swiss hampir selalu hadir di turnamen besar. Mereka […]

  • Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Kecelakaan Akibat Cuaca Buruk di Bali

    Helikopter Raffi Ahmad Nyaris Kecelakaan Akibat Cuaca Buruk di Bali

    • 0Komentar

    BALI, Sulbarupdate.id – Kabar mengejutkan datang dari presenter ternama Raffi Ahmad. Helikopter yang ditumpanginya nyaris mengalami kecelakaan saat terjebak cuaca buruk di kawasan Bali Utara dalam perjalanan menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Kamis (15/1). Peristiwa bermula saat Raffi beserta rombongan bertolak dari Bali Utara menuju Bandara Ngurah Rai pada siang hari. Meski cuaca […]

  • Puluhan Kades di Mamasa Ngaku Resah Akibat Pemberitaan Tak Berimbang Oknum Wartawan

    Puluhan Kades di Mamasa Ngaku Resah Akibat Pemberitaan Tak Berimbang Oknum Wartawan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id — Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mengaku resah terhadap sejumlah pemberitaan oknum wartawan. Keresahan itu menyoal pemberitaan yang dinilai menyudutkan pemerintah desa dan tidak mengedepankan prinsip keberimbangan dalam karya jurnalistik. Para kades mempertanyakan profesionalitas peliputan yang, menurut mereka, tidak selalu disertai konfirmasi yang memadai, verifikasi informasi, serta penggunaan narasumber […]

expand_less