Antrian Solar Mengular di SPBU Benteng Tobadak, Sopir Keluhkan Waktu Terbuang
- account_circle Ruly Syamsil
- calendar_month Ming, 13 Sep 2026
- visibility 141
- comment 0 komentar

MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id — Antrean kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Benteng, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, mengular hingga ke ruas Jalan Trans Sulawesi Mamuju-Palu, Minggu (13/9/2026).
Pantauan Sulbarupdate.id di lokasi, antrean didominasi kendaraan truk roda enam. Panjangnya antrean turut mempersempit arus lalu lintas dan memicu kepadatan, terutama di sekitar Bundaran Benteng Tobadak.
Sejumlah sopir mengaku kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Bahkan, antrean disebut telah berlangsung lebih dari sebulan.
Puji, salah seorang sopir truk, mengatakan dirinya mulai mengantre sejak pukul 06.00 WITA. Hingga siang hari, kendaraannya masih belum mendapatkan giliran pengisian. “Mulai antre jam 06.00 pagi, sampai sekarang masih menunggu,” ujarnya.
Menurut Puji, lamanya waktu menunggu membuat sopir harus mengeluarkan biaya tambahan untuk makan dan minum. Ia memperkirakan pengeluaran selama menunggu dapat mencapai sekitar Rp100 ribu.
“Kalau antre seperti ini, uang saku bisa keluar untuk makan dan minum karena lama menunggu. Sekitar Rp100 ribu,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Sukardi. Ia mengaku beberapa kali telah menunggu hingga mendekati giliran pengisian, namun solar justru habis sebelum kendaraannya terlayani.
“Saya mulai antre pagi sampai siang masih menunggu. Ini sudah sering terjadi. Kadang sudah sampai di dalam mau isi, tapi minyak solar habis,” ungkapnya.
Sukardi menyebut pola antrean juga terjadi di SPBU Topoyo. Menurut dia, antrean di SPBU tersebut cenderung terjadi pada malam hari, sementara pada siang hari kondisi antrean relatif kosong.
Sementara itu, Tomi, sopir ekspedisi lintas Sulawesi, menyoroti waktu dimulainya pelayanan di SPBU Benteng. Ia mengaku telah berada di lokasi sejak subuh, tetapi pelayanan baru dibuka sekitar pukul 09.00 WITA.
“Menurut saya, sering antre karena pelayanan SPBU di sini lambat dibuka. Biasanya baru dibuka sekitar pukul 09.00 pagi,” katanya.
Tomi juga mengaku pembelian solar dibatasi sekitar 350 liter, sementara kapasitas tangki kendaraannya mencapai 600 liter. “Rugi satu hari antre, tetapi hanya sedikit yang diberikan,” ujarnya.
Para sopir berharap pihak terkait memperhatikan pola pelayanan dan waktu pembukaan SPBU guna mengurai antrean yang terus berulang.
Mereka berharap pelayanan dapat dimulai lebih pagi, mengingat sejumlah kendaraan bahkan telah berada di lokasi sejak pukul 04.00 hingga 05.00 WITA.
Bagi para sopir, panjangnya antrean bukan sekadar deretan kendaraan. Di baliknya ada waktu, biaya, dan perjalanan yang tertahan—sementara roda distribusi barang tetap dituntut bergerak.(***)
- Penulis: Ruly Syamsil
- Editor: Ancha
