Breaking News
light_mode
Beranda » Majene » PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

PMII Komisariat Unsulbar Desak Bupati Majene Audit PDAM Tirta

  • account_circle Juita
  • calendar_month Rab, 19 Agu 2026
  • visibility 317
  • comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Unsulbar menggelar aksi unjuk rasa di Jalan Gatot Subroto, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Rabu (19/8/2026) sore.

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk desakan kepada Bupati Kabupaten Majene agar segera melakukan audit terhadap pengelolaan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Majene.

Dalam aksinya, mahasiswa membawa sejumlah bendera organisasi serta ban mobil yang kemudian digunakan dalam aksi demonstrasi.

Setibanya di lokasi, massa langsung menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi secara bergantian.

Situasi aksi semakin mendapat perhatian ketika mahasiswa melakukan pembakaran ban di lokasi demonstrasi.

Massa juga menyampaikan kritik terhadap tata kelola PDAM Tirta Majene yang dinilai perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Tidak hanya berorasi di luar, massa aksi kemudian bergerak hingga memasuki ruangan Sekretariat Kabupaten Majene untuk menyampaikan tuntutan mereka.

Koordinator Lapangan (Korlap) aksi, Andi Ikram, mengatakan terdapat sejumlah persoalan yang menjadi perhatian mahasiswa dan harus segera ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kabupaten Majene.

Menurutnya, mahasiswa mendesak agar dugaan persoalan keuangan maupun pengelolaan di tubuh PDAM Tirta Majene dapat diusut secara menyeluruh dan transparan.

“Ada beberapa tuntutan yang kami sampaikan,” kata Andi Ikram dalam aksi tersebut.

Salah satu tuntutan utama mahasiswa yakni meminta Bupati Majene segera memerintahkan Inspektorat untuk melakukan audit terhadap PDAM Tirta Majene.

Mahasiswa menilai audit diperlukan untuk memastikan pengelolaan perusahaan daerah tersebut berjalan sesuai dengan aturan serta dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Desakan audit juga berkaitan dengan adanya dugaan kerugian yang disebut terjadi di tubuh PDAM Tirta Majene.

PMII Komisariat Unsulbar meminta dugaan tersebut tidak dibiarkan menjadi polemik tanpa adanya pemeriksaan dan penjelasan secara terbuka dari pihak terkait.

“Usut tuntas dugaan kerugian di tubuh PDAM Tirta Majene,” tegas Andi Ikram.

Selain persoalan dugaan kerugian, mahasiswa juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PDAM.

Bagi mahasiswa, PDAM merupakan perusahaan yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam penyediaan air bersih.

Karena itu, pengelolaannya dinilai harus mengedepankan kepentingan masyarakat dan tidak boleh mengabaikan prinsip transparansi serta pertanggungjawaban publik.

Mahasiswa juga membawa pesan agar pelayanan air bersih benar-benar diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas.

“Air untuk rakyat, bukan untuk segelintir kepentingan,” menjadi salah satu poin yang disuarakan massa aksi.

Dalam tuntutannya, PMII Komisariat Unsulbar juga mendesak Pemerintah Kabupaten Majene segera menyelesaikan persoalan kepemimpinan di tubuh PDAM Tirta Majene.

Mahasiswa meminta agar direktur definitif PDAM Tirta Majene segera dilantik, sehingga perusahaan daerah tersebut memiliki kepemimpinan yang jelas dan dapat menjalankan program serta pelayanan kepada masyarakat secara optimal.

Secara keseluruhan, terdapat lima tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa dalam aksi tersebut.

Pertama, mahasiswa meminta agar dugaan kerugian di tubuh PDAM Tirta Majene diusut secara tuntas.

Kedua, mereka mendesak Bupati Majene segera memerintahkan Inspektorat melakukan audit terhadap PDAM Tirta Majene.

Ketiga, mahasiswa meminta pemerintah daerah mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PDAM.

Keempat, mahasiswa menegaskan bahwa pengelolaan air harus dikembalikan pada kepentingan masyarakat sebagai kebutuhan dasar.

Kelima, mahasiswa meminta agar direktur definitif PDAM Tirta Majene segera dilantik.

Aksi tersebut menjadi sorotan karena mahasiswa tidak hanya menyampaikan kritik melalui orasi, tetapi juga membawa tuntutan langsung ke lingkungan pemerintahan Kabupaten Majene.

Mahasiswa berharap tuntutan tersebut tidak berhenti sebagai aspirasi di jalan, tetapi benar-benar mendapatkan tindak lanjut konkret dari pemerintah daerah.

Mereka meminta adanya pemeriksaan terhadap pengelolaan PDAM secara terbuka agar berbagai dugaan yang menjadi sorotan publik dapat diketahui berdasarkan hasil audit dan pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hingga aksi berlangsung, tuntutan mahasiswa tersebut menjadi perhatian karena tak satupun pihak pemerintahan hadir dalam aksi mahasiswa.(*)

  • Penulis: Juita
  • Editor: Ancha

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Dinas KP2KB Sulbar Ikuti Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Sulawesi Barat

    Kepala Dinas KP2KB Sulbar Ikuti Peningkatan Kapasitas Pengurus TP PKK Sulawesi Barat

    • 0Komentar

    MAMUJU, SULBARUPDATE.ID- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sulawesi Barat bekerjasama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Sulawesi Barat menggelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pengurus PKK Tingkat Provinsi Sulawesi Barat, yang berlangsung di Hotel Matos Mamuju, Senin malam (22 Desember 2025). Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, […]

  • Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

    Talut Penahan Perkampungan di Bumal Amblas, Satu Dusun Terancam

    • 0Komentar

    Mamasa, Sulbarupdate.id — Talut penahan perkampungan di Dusun Salu Katambi, Desa Penatangan, Kecamatan Buntu Malangka (Bumal), Kabupaten Mamasa, ambalas. Satu dusun terancam. Kondisi tersebut memicu krisis kecemasan mendalam di kalangan warga yang bermukim di zona rentan longsor. Peristiwa ini terjadi beberapa waktu lalu dipicu tingginya curah hujan pada beberapa pekan terakhir di wilayah Kabupaten Mamasa. […]

  • Wujudkan Pelayanan Berkualitas dan Responsif, RSUD Majene Gelar Forum Konsultasi Publik

    Wujudkan Pelayanan Berkualitas dan Responsif, RSUD Majene Gelar Forum Konsultasi Publik

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Majene menggelar Forum Konsultasi Publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaraan layanan publik, Kamis (18/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula RSUD Kabupaten Majene tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh masyarakat, perwakilan organisasi kemasyarakatan, akademisi, media, serta jajaran […]

  • Kejar Target PAD Rp87 Miliar, Pemkab Mamasa Perketat Aturan Pajak

    Kejar Target PAD Rp87 Miliar, Pemkab Mamasa Perketat Aturan Pajak

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Pemerintah Daerah Kabupaten Mamasa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun anggaran 2026. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Kerja Bupati Mamasa Jalan Poros Mamasa-Polewali Desa Osango Kecamatan Mamasa, Selasa (24/2/2026). ​Rapat dipimpin Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, didampingi Wakil Bupati H. Sudirman. Turut […]

  • Pedangdut Irwan DA2 Resmi Bercerai, Hak Asuh Anak Jatuh ke Tangan Siham

    Pedangdut Irwan DA2 Resmi Bercerai, Hak Asuh Anak Jatuh ke Tangan Siham

    • 0Komentar

    SUMENEP, SULBARUPDATE.ID – Bahtera rumah tangga penyanyi dangdut jebolan D’Academy 2, Irwan Krisdiyanto atau yang akrab disapa Irwan DA2, resmi berakhir. Pengadilan Agama Jakarta Timur telah mengabulkan gugatan cerai yang diajukan oleh istrinya, Siham, melalui putusan tingkat pertama. Dilansir dari Sumenep, News9, bahwa putusan tersebut tercatat dalam perkara Nomor 4854/Pdt.G/2025/PA.JT. Majelis hakim dalam amar putusannya […]

  • PKC PMII Sulbar Desak Pemda Kabupaten dan Gubernur Tak Lepas Tangan Soal Karut-Marut Data Desil Kemiskinan

    PKC PMII Sulbar Desak Pemda Kabupaten dan Gubernur Tak Lepas Tangan Soal Karut-Marut Data Desil Kemiskinan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sulawesi Barat menyuarakan kritik keras terhadap pemerintah daerah (Pemda) kabupaten se-Sulbar terkait karut-marut data desil masyarakat miskin. PMII menilai Pemda kabupaten terkesan lepas tangan dan berlindung di balik alasan klasik saat mendapati tingginya angka desil yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan. Ketua Bidang […]

expand_less