Breaking News
light_mode
Beranda » Mamasa » Kabut Asap Melanda Mamasa, Aktivis Soroti Tanggung Jawab Pemerintah dan Masyarakat

Kabut Asap Melanda Mamasa, Aktivis Soroti Tanggung Jawab Pemerintah dan Masyarakat

  • account_circle Ancha
  • calendar_month Ming, 11 Okt 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Kabut asap yang melanda Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, menjadi perhatian serius menyusul tingginya kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pemerintah daerah didorong memperkuat langkah pencegahan, penanganan kebakaran, serta perlindungan kesehatan masyarakat.

Aktivis Mamasa, Taufik Rama Wijaya, menilai persoalan kabut asap tidak seharusnya hanya dipandang sebagai dampak musim kemarau.

Menurutnya, kondisi tersebut juga berkaitan dengan perlindungan lingkungan, keselamatan warga, dan efektivitas kebijakan pemerintah daerah dalam mengantisipasi bencana.

Berdasarkan data yang tercantum dalam laporan kebakaran hutan dan lahan di Mamasa, hingga 20 September 2026 tercatat 44 kejadian kebakaran dengan luas lahan terdampak lebih dari 113 hektare.

Angka itu menjadi peringatan bahwa penanganan karhutla membutuhkan langkah terencana dan berkelanjutan, bukan sekadar respons setelah kebakaran terjadi.

“Musim kemarau memang meningkatkan risiko kebakaran, tetapi upaya pencegahan harus tetap menjadi prioritas. Pemerintah dan masyarakat perlu mengambil peran nyata agar kebakaran tidak terus berulang,” ungkap Rama kepada Sulbarupdate.id, Minggu (11/10/2026).

Rama mengatakan, dampak kebakaran tidak hanya mengancam hutan dan lahan pertanian, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Paparan asap dapat memperburuk gangguan pernapasan, terutama pada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga yang memiliki penyakit pernapasan.

Rama menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam memastikan kesiapan penanganan kebakaran, mulai dari koordinasi lintas instansi, pemantauan wilayah rawan, hingga ketersediaan personel dan peralatan pemadaman.

Pemerintah Kabupaten Mamasa juga perlu mengoptimalkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dinas terkait, pemerintah kecamatan dan desa, serta petugas pemadam kebakaran untuk mempercepat penanganan ketika titik api ditemukan.

Selain itu, keterbukaan informasi mengenai jumlah kejadian kebakaran, luas lahan terdampak, wilayah yang mengalami kabut asap, serta langkah penanganan dinilai penting agar masyarakat mengetahui kondisi yang sebenarnya.
Perhatian terhadap kesehatan warga juga perlu ditingkatkan.

Fasilitas pelayanan kesehatan harus siap menangani masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan, sementara informasi mengenai upaya perlindungan diri perlu disampaikan secara berkala.

Evaluasi terhadap penyebab kebakaran dan efektivitas program pencegahan juga diperlukan. Apabila ditemukan dugaan pembakaran yang melanggar hukum, penanganannya harus dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan dan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Di sisi lain, upaya mengatasi kabut asap tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara tidak terkendali, tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik kebakaran kepada pemerintah desa, BPBD, atau petugas pemadam kebakaran.

Kabut asap yang melanda Mamasa menjadi pengingat bahwa perlindungan lingkungan membutuhkan tindakan nyata, keterbukaan informasi, dan pengawasan berkelanjutan.

Sebab kata Rama, dampak kebakaran tidak hanya menyangkut kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga kesehatan masyarakat, keberlangsungan mata pencaharian, serta keselamatan generasi mendatang.(***)

  • Penulis: Ancha
  • Editor: Tim Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PLTMH Sandapang, Cahaya yang Dinanti dari Pelosok Sulbar

    PLTMH Sandapang, Cahaya yang Dinanti dari Pelosok Sulbar

    • 0Komentar

    Mamuju – Sulbarupdate.id – Di antara aliran sungai dan rimbunnya hutan Kalumpang, harapan tentang cahaya akhirnya menemukan jalannya. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat menandai satu langkah penting menuju terang dengan serah terima dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS) penggunaan kawasan hutan serta laporan hasil penataan batas areal untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) 150 kW […]

  • Dua Rumah Warga Ambruk Tertimpa Pohon Beringin Tumbang di Mamasa   

    Dua Rumah Warga Ambruk Tertimpa Pohon Beringin Tumbang di Mamasa  

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id  – Dua unit rumah milik warga mengalami kerusakan parah bahkan ambruk setelah tertimpa pohon beringin besar yang tumbang di Dusun Belak Kodo, Desa Orobuwa, Kecamatan Sesena Padang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Peristiwa nahas ini terjadi pada Minggu, 14 Juni 2026 pagi. Pohon beringin berukuran raksasa dengan batang berlumut dan akar yang sudah terlihat […]

  • Ini Deretan Harga Sejumlah Bahan Pangan di Mamasa Jelang Ramadhan

    Ini Deretan Harga Sejumlah Bahan Pangan di Mamasa Jelang Ramadhan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapan) Kabupaten Mamasa merilis pantauan harga komoditas pangan terbaru per Senin (16/2/2026). ​Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mamasa, Suriani T. Dellumaja, menyatakan bahwa pemantauan rutin ini dilakukan guna menjamin stabilitas harga dan memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat. ​”Kami terus memantau pergerakan harga agar masyarakat mendapatkan informasi akurat. Secara […]

  • Geger, Mayat Bayi Membusuk Ditemukan di Dekat Ponpes Darul Quran Mamuju

    Geger, Mayat Bayi Membusuk Ditemukan di Dekat Ponpes Darul Quran Mamuju

    • 0Komentar

    MAMUJU, Sulbarupdate.id – Personel Polsek Kalukku tengah mendalami kasus penemuan jasad bayi yang menggegerkan warga di Lingkungan Gantungan, Kelurahan Bebanga, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju. Jasad bayi tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di area perkebunan, tepat di balik pagar belakang Pondok Pesantren Darul Quran Wal Hadits pada Selasa (17/2/2026). ​Kapolsek Kalukku, AKP Hadaming, memimpin langsung olah […]

  • Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    Miris! Gaji 13 ASN diLingkup Pemkab Mamasa Hingga Saat Ini Belum Dibayarkan

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa harus gigit jari. Pasalnya, hingga akhir Juni 2026, hak atas Gaji 13 yang sangat dinanti-nantikan untuk memenuhi berbagai kebutuhan mendesak justru tak kunjung menemui kejelasan. ​Keterlambatan ini memicu kekecewaan mendalam di kalangan abdi negara. Pasalnya, kabupaten lain di […]

  • Sulbar Implementasikan Pidana Kerja Sosial Berbasis KUHP Nasional

    Sulbar Implementasikan Pidana Kerja Sosial Berbasis KUHP Nasional

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) memulai era baru dalam kebijakan pemidanaan yang menekankan aspek humanisme dan pemulihan sosial. Arah strategis ini dipertegas melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara seluruh Kejaksaan Negeri (Kejari) se-Sulbar dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) se-Sulbar. Inisiasi penting ini turut dihadiri oleh Bupati Mamasa, Welem Sambolangi. Acara seremonial yang terpusat […]

expand_less