Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Geruduk Polda Sulbar, Gerakan Vendetta Adukan Dugaan Masalah Proyek Puskesmas Karampuang

Geruduk Polda Sulbar, Gerakan Vendetta Adukan Dugaan Masalah Proyek Puskesmas Karampuang

  • account_circle Akbar
  • calendar_month Rab, 30 Sep 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar

MAMUJU, Sulbarupdate.id — Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Intelektual Aktivis Muda Sulawesi Barat (Gerakan Vendetta) gelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Barat, Rabu (30/9/2026).

Dalam aksi tersebut, massa menyerahkan dokumen Laporan Pengaduan Masyarakat (Dumas) kepada Polda Sulbar terkait dugaan ketidaksesuaian dalam pembangunan Puskesmas Karampuang, Kabupaten Mamuju.

Proyek pembangunan Puskesmas Karampuang yang disebut bernilai sekitar Rp2,1 miliar itu bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan berada pada Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju. Massa menyebut proyek tersebut dikerjakan oleh CV Delapan-Delapan Group.

Koordinator Lapangan Gerakan Vendetta, Muh Pajrin, mengatakan laporan tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan dan investigasi yang mereka lakukan di lapangan.

Menurut Pajrin, pihaknya menemukan sejumlah hal yang dinilai perlu diperiksa lebih lanjut, mulai dari utilitas dasar bangunan, pengelolaan limbah, administrasi pekerjaan hingga kondisi fisik bangunan.

“Kami datang ke Polda Sulbar tidak dengan tangan kosong. Kami membawa bukti dan indikasi dugaan bahwa proyek senilai lebih dari Rp2 miliar ini perlu diperiksa, terutama terkait kelayakan operasional dan proses pembangunannya,” kata Pajrin dalam aksi tersebut.

Ia meminta aparat penegak hukum memeriksa pihak-pihak yang berkaitan dengan proyek, termasuk Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta kontraktor pelaksana.

Soroti Utilitas Dasar

Salah satu persoalan yang disorot massa adalah ketersediaan utilitas dasar puskesmas.

Gerakan Vendetta mengklaim pasokan air bersih belum tersedia secara berkelanjutan. Massa juga mempertanyakan sistem kelistrikan yang disebut belum mampu mendukung operasional secara penuh serta fungsi Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang dinilai belum jelas.

Selain itu, massa mempertanyakan pengelolaan limbah medis dan aspek lingkungan. Mereka meminta aparat memeriksa kelengkapan dokumen serta perizinan yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan dan limbah medis.

Massa juga menyoroti kondisi fisik bangunan. Berdasarkan hasil pemantauan yang mereka klaim dilakukan di lapangan, ditemukan keretakan pada bagian luar dinding serta kerusakan pada plafon bangunan.

Namun, seluruh temuan tersebut masih merupakan klaim dari massa aksi dan perlu diverifikasi melalui pemeriksaan teknis maupun penyelidikan aparat berwenang.

Persoalkan Proses Serah Terima

Gerakan Vendetta juga mempertanyakan proses serah terima pekerjaan atau Provisional Hand Over (PHO) yang mereka nilai perlu diperiksa.

Dalam ketentuan teknis pekerjaan konstruksi, serah terima pertama berkaitan dengan pekerjaan yang telah selesai sesuai kontrak dan didahului pemeriksaan atau pengujian terhadap hasil pekerjaan.

Karena itu, massa meminta aparat memeriksa apakah proses serah terima proyek Puskesmas Karampuang telah dilaksanakan sesuai ketentuan kontrak, spesifikasi teknis, serta hasil pemeriksaan pekerjaan.

Gerakan Vendetta juga mempersoalkan keterbukaan dokumen pengadaan dan anggaran proyek. Mereka meminta dokumen terkait proyek tersebut diperiksa untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lima Tuntutan

Dalam aksi tersebut, Gerakan Vendetta menyampaikan lima tuntutan kepada Polda Sulbar.

Pertama, meminta Polda Sulbar melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proses pembangunan Puskesmas Karampuang, mulai dari perencanaan, pengadaan, pelaksanaan hingga hasil pekerjaan.

Kedua, meminta pemeriksaan terhadap KPA, PPK dan kontraktor pelaksana apabila ditemukan indikasi pelanggaran berdasarkan hasil penyelidikan.

Ketiga, meminta Polda Sulbar menindaklanjuti laporan atau pengaduan yang disampaikan Gerakan Vendetta.

Keempat, meminta adanya penyampaian perkembangan penanganan laporan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Kelima, massa menyampaikan tuntutan politik organisasi agar Kapolda Sulbar dicopot apabila laporan yang mereka sampaikan dinilai tidak ditangani secara tuntas.

Gerakan Vendetta menyatakan akan terus mengawal laporan tersebut. Mereka juga mengancam kembali menggelar aksi dengan jumlah massa lebih besar apabila tidak melihat adanya perkembangan penanganan dari Polda Sulbar.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Polda Sulbar maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Mamuju terkait tudingan dan laporan yang disampaikan massa aksi.(*)

  • Penulis: Akbar
  • Editor: Hamsah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    Seleksi JPT Eselon II Mamasa Diikuti 54 Peserta, Welem: “Jangan ada Gerakan Tambahan”

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, memberikan instruksi tegas terkait pelaksanaan seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Pemerintah Kabupaten Mamasa tahun 2026. Ia menekankan agar seluruh proses penjaringan pejabat eselon II tersebut dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai regulasi. ​Hal tersebut ditegaskan Bupati saat membuka kegiatan seleksi JPT yang berlangsung di Ruang Auditorium Lembaga […]

  • Diduga Tak Berizin, Operasional THM ‘Vegas’ di Mamuju Tengah Tuai Sorotan

    Diduga Tak Berizin, Operasional THM ‘Vegas’ di Mamuju Tengah Tuai Sorotan

    • 0Komentar

    MAMUJU TENGAH, Sulbarupdate.id – Keberadaan Tempat Hiburan Malam (THM) bernama Vegas yang berlokasi di Talluanggalo, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, kini tengah menjadi sorotan. Pasalnya, tempat hiburan tersebut diduga kuat beroperasi tanpa mengantongi izin resmi dari pemerintah daerah setempat. ​Sementara merujuk pada Pasal 115 UU No. 28 Tahun 2009 (yang kini telah disesuaikan […]

  • DKP Sulbar Dukung Penguatan Program Perikanan Tangkap Kabupaten Pasangkayu

    DKP Sulbar Dukung Penguatan Program Perikanan Tangkap Kabupaten Pasangkayu

    • 0Komentar

    Mamuju, Sulbarupdate.id – Dalam rangka meningkatkan koordinasi dan sinergi antar daerah terkait pengembangan program kerja perikanan tangkap tahun 2026, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pasangkayu Afriani, melakukan kunjungan ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat. Kunjungan ini berlangsung pada Senin (09/02/26), di Aula Dinas Kelautan dan Perikanan Sulbar. Acara yang dimulai pada pukul […]

  • Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    Miris! Hardiknas 2026, SDLB di Majene Disegel Ahli Waris Lahan

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id – Ironi terjadi di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar). Sebuah Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) di lingkungan Lutang, Kecamatan Banggae Timur yang telah puluhan tahun jadi tempat belajar anak-anak berkebutuhan khusus, mendadak disegel oleh ahli waris lahan, Sabtu (2/5/2026). Akibatnya, aktivitas belajar mengajar terhenti […]

  • SPPG Bambang Salurkan MBG untuk 2.038 Penerima Manfaat

    SPPG Bambang Salurkan MBG untuk 2.038 Penerima Manfaat

    • 0Komentar

    MAMASA, Sulbarupdate.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mamasa Bambang, di bawah naungan Yayasan Pallawa Lipu Grup, melaksanakan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (12/10/2026). Penyaluran menyasar peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). Kepala SPPG Mamasa Bambang, Askardin, mengatakan […]

  • Rumah Kosong Tiga Hari Dibobol Maling, Rokok dan Oli Bengkel Raib di Ulumanda

    Rumah Kosong Tiga Hari Dibobol Maling, Rokok dan Oli Bengkel Raib di Ulumanda

    • 0Komentar

    MAJENE, Sulbarupdate.id  – Dugaan tindak pidana pencurian kembali terjadi di wilayah Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene Sulawesi Barat. Sebuah rumah milik warga di Dusun Tabojo, Desa Salutambung, menjadi sasaran pencurian saat ditinggal penghuninya selama beberapa hari.  Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 juta. Peristiwa itu diketahui pada Senin (8/6/2026) ketika pemilik […]

expand_less