Dukung Adipura 2026, RSUD Majene Perkuat Komitmen Kebersihan dan Pengelolaan Lingkungan
- account_circle Juita
- calendar_month Kam, 8 Okt 2026
- visibility 48
- comment 0 komentar

MAJENE, Sulbarupdate.id — Pemerintah Kabupaten Majene terus mematangkan persiapan menghadapi penilaian Adipura Tahun 2026/2027. Upaya tersebut ditandai dengan digelarnya Rapat Koordinasi dan Ekspose Adipura Kabupaten Majene Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Selasa (6/10/2026).
Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Majene, H. Andi Achmad Syukri, bersama Wakil Bupati Hj. Andi Rita Mariani. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Daerah Majene H. Ardiansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), para pejabat, serta sejumlah instansi terkait.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Majene menghadirkan Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (P2LH) Regional Sulawesi dan Maluku, Dr. Azri, untuk memberikan pembinaan, pendampingan sekaligus evaluasi terhadap kinerja pengelolaan persampahan di Kabupaten Majene.
Bupati Majene H. Andi Achmad Syukri menyampaikan apresiasi atas kehadiran jajaran P2LH Regional Sulawesi dan Maluku. Menurutnya, pembinaan dan evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan persiapan pemerintah daerah menghadapi penilaian Adipura.
“Kami sangat mengharapkan pembinaan, arahan, serta masukan dalam mempersiapkan Kabupaten Majene menghadapi penilaian Adipura tahun 2026, dengan harapan kita mampu meraih penghargaan, atau sekurang-kurangnya memperoleh Sertifikat Adipura,” ujar Bupati.
Ia menegaskan, Adipura tidak semata-mata dipandang sebagai ajang untuk mendapatkan penghargaan. Lebih dari itu, Adipura merupakan instrumen untuk membangun budaya hidup bersih, sehat, tertib, dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.
Menurut Bupati, keberhasilan dalam penilaian Adipura tidak dapat hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan. Seluruh perangkat daerah, instansi, dunia usaha, fasilitas pelayanan publik hingga masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Salah satu fasilitas pelayanan publik yang memiliki peran strategis dalam mendukung gerakan kebersihan tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Majene.
Sebagai fasilitas pelayanan kesehatan yang setiap hari berinteraksi dengan masyarakat, RSUD Majene dituntut tidak hanya memberikan pelayanan medis yang optimal, tetapi juga memastikan lingkungan rumah sakit tetap bersih, sehat, tertib dan nyaman bagi pasien, keluarga pasien maupun tenaga kesehatan.
Direktur RSUD Majene, Rusdi Hamid, menyampaikan bahwa dukungan terhadap program kebersihan dan pengelolaan lingkungan menjadi bagian penting dalam menciptakan kualitas pelayanan kesehatan yang baik.
Menurutnya, lingkungan rumah sakit yang bersih merupakan salah satu unsur yang tidak dapat dipisahkan dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang datang mendapatkan pelayanan.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan semangat Pemerintah Kabupaten Majene dalam mendorong seluruh perangkat daerah dan fasilitas pelayanan publik untuk mengambil bagian dalam persiapan Adipura 2026/2027.
Pengelolaan sampah, kebersihan lingkungan, penataan kawasan, serta kesadaran seluruh warga rumah sakit menjadi hal yang perlu diperkuat secara berkelanjutan.
RSUD Majene diharapkan dapat menjadi salah satu contoh fasilitas pelayanan publik yang mampu menerapkan budaya bersih dan tertib, sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Majene juga mengajak masyarakat menghidupkan kembali salah satu kearifan lokal yang pernah berkembang di daerah tersebut, yakni “Gerakan Menyapu Halaman Rumah.”
Gerakan itu diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial menjelang penilaian Adipura, tetapi dapat tumbuh menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.
“Mari kita mulai dari rumah kita sendiri, kantor kita, dan lingkungan sekitar kita, sehingga kebersihan menjadi budaya bersama dan Kabupaten Majene semakin bersih, sehat, indah, serta nyaman untuk kita semua,” kata Bupati.
Semangat tersebut sejalan dengan Gerakan Indonesia Asri dan Gerakan Majene Mappaccing, yang menempatkan kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.
Pemerintah Kabupaten Majene berharap seluruh organisasi perangkat daerah, sekolah, rumah sakit, fasilitas pelayanan publik, pelaku usaha dan masyarakat dapat bergerak secara bersama-sama.
Dengan kolaborasi tersebut, persiapan menghadapi penilaian Adipura tidak hanya berorientasi pada pencapaian penghargaan, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata terhadap kualitas lingkungan dan perilaku masyarakat.
Bagi RSUD Majene, lingkungan yang bersih, sehat dan nyaman menjadi bagian dari wajah pelayanan publik sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Melalui sinergi lintas sektor tersebut, Kabupaten Majene optimistis dapat meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan sekaligus mewujudkan daerah yang semakin bersih, sehat, indah dan nyaman bagi seluruh masyarakat.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah
