Ayah Diduga Dikeroyok di Tengah Pawai Kuda di Majene, Tangisan Anak Jadi Sorotan Publik
- account_circle Juita
- calendar_month Ming, 27 Sep 2026
- visibility 470
- comment 0 komentar

Dugaan kasus pengeroyokan di Majene Sulawesi Barat (Sulbar). Dok. Istimewa
MAJENE, Sulbarupdate.id — Kemeriahan pawai kuda dalam rangkaian tamatan massal di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, mendadak diwarnai keributan, Sabtu (26/9/2026).
Dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan momen seorang pria diduga menjadi korban pengeroyokan di tengah kerumunan warga.
Dalam rekaman itu, seorang pria mengenakan kaus kuning dan celana hitam terlihat dikerumuni beberapa orang. Situasi kemudian tampak memanas hingga terjadi dugaan pemukulan terhadap pria tersebut.
“Pada hari Sabtu tanggal 26 September 2026, telah terjadi keributan pada saat pelaksanaan Acara Penamatan Sayyang Pattu’du di Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene. Dalam kejadian tersebut, seorang pria diduga menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah warga yang berada di lokasi kegiatan,” demikian dijelaskan dalam postingan akun Facebook Ahmadi Mansur.
Atas kejadian tersebut, permasalahan saat ini dalam penanganan Polres Majene untuk dilakukan pendalaman serta proses lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Belum diketahui pasti identitas baik korban maupun pelaku dalam peristiwa itu.
Namun, perhatian publik tidak hanya tertuju pada pria yang berada di tengah keributan itu.

Suasana yang menyita perhatian publik saat sang ayah temui anaknya usai diduga dikeroyok dan mencium anaknya. Dok. Istimewa.
Di sekitar lokasi, seorang anak yang diduga merupakan anak pria tersebut terlihat menangis dan berteriak histeris. Anak itu tampak menyaksikan langsung ketika ayahnya berada dalam situasi yang penuh ketegangan.
Tangisan tersebut kemudian menjadi bagian yang paling menyita perhatian dari video yang beredar.
Di tengah riuhnya pawai dan kerumunan masyarakat, suara tangis seorang anak terdengar saat melihat sosok yang diduga ayahnya terlibat dalam keributan.
Bahkan usai kejadian, nampak pria yang diduga korban didatangi dua anak perempuan dalam kondisi menangis.
Perhatian publik tertuju pada aksi sang ayah itu. Ia terlihat dipeluk dua putri kecil dan sembari menciumnya. Bahkan tak sedikit netizen yang membagikan momen saat sang ayah itu mencium anaknya.
Netizen juga mengecam tindakan para terduga pelaku pengeroyokan itu.
Peristiwa tersebut terjadi ketika masyarakat sedang mengikuti rangkaian kegiatan adat Mandar Sayyang Pattu’du dalam acara tamatan massal.
Pawai tersebut diikuti lebih dari 80 ekor kuda dan sebelumnya berlangsung meriah dengan antusiasme masyarakat.
Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi pemicu keributan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian mengenai apakah peristiwa tersebut telah dilaporkan dan bagaimana proses penanganannya.
Identitas pria yang diduga menjadi korban maupun pihak-pihak yang terlihat dalam video juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.(*)
- Penulis: Juita
- Editor: Hamsah
