Wakil Ketua DPRD Mamasa Jagokan Prancis di Piala Dunia 2026: Punya Mental Juara dan Skuad Seimbang
- account_circle Ancha
- calendar_month 1 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

MAMASA, Sulbarupdate.id – Wakil Ketua DPRD Mamasa, Arwin Rahman, menaruh harapan besar pada Timnas Prancis untuk menjadi juara Piala Dunia 2026. Pernyataan itu disampaikan di kediamannya, Jumat (15/5/2026).
Menurut Arwin, alasan utamanya mendukung Prancis adalah karena tim berjuluk Les Bleus itu memiliki mentalitas juara yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan konsistensi mereka dalam bertanding selama satu dekade terakhir.
“Timnas Prancis punya mental juara. Kita bisa lihat, dalam 10 tahun terakhir mereka selalu berhasil tembus babak final turnamen besar,” ujar politisi yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai NasDem Mamasa itu.
Selain catatan prestasi yang gemilang, Arwin menilai kekuatan Prancis saat ini terletak pada komposisi skuad yang sangat seimbang. Tim ini diisi oleh talenta-talenta muda berbakat yang siap bersinar, serta pemain senior yang telah matang pengalamannya.
Ia menyebutkan nama-nama muda seperti Désiré Doué, Bradley Barcola, dan Rayan Cherki sebagai kekuatan baru yang akan menggetarkan pertahanan lawan di lini depan.
Di sisi lain, kehadiran pemain berpengalaman seperti Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, Aurélien Tchouaméni, dan Marcus Thuram menjadi jaminan kestabilan permainan saat memasuki babak-babak krusial.
“Belum lagi bintang-bintang lama seperti Mbappé, Dembélé, Tchouaméni, dan Thuram yang sudah teruji di pertandingan penting. Ini kombinasi yang sangat berbahaya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arwin menilai Prancis sejatinya hanya memiliki dua pesaing berat yang berpotensi bertemu di partai puncak, yaitu Brasil dan Argentina.
Namun, ia memiliki keraguan terhadap peluang Argentina untuk masuk ke empat besar turnamen mendatang.
“Terhadap Argentina, akhir-akhir ini saya agak meragukan mereka bisa tembus 4 besar. Pasalnya, perubahan dan inovasi yang dilakukan pada skuad mereka tidak terlalu signifikan,” ungkapnya.
Sementara itu, Arwin melihat Brasil berusaha melakukan pembenahan besar dengan menunjuk Carlo Ancelotti sebagai arsitek baru tim.
Di sisi lain, Prancis di bawah asuhan Didier Deschamps terus melakukan pembaharuan dengan mempromosikan pemain-pemain muda berbakat.
Berdasarkan pengamatan tersebut, Arwin meyakini jika pertemuan final terjadi antara Prancis dan Brasil, tim asuhan Deschamps lah yang lebih pantas dan berpotensi keluar sebagai juara.
“Jika terjadi final antara Prancis dan Brasil, naluri saya mengatakan Prancis yang akan menjadi pemenangnya,” pungkas Arwin Rahman.(***)
- Penulis: Ancha
- Editor: Tim Redaksi
